Kesaktian Para Wali, Begal Alas Roban Ketakutan Hanya dengan Sekali Menyebut Nama Mbah Kholil Bangkalan


Syaikhona Kholil Bangkalan atau Mbah Kholil Bangkalan merupakan sosok wali yang terkenal di Tanah Air.
Bukan hanya karena ilmu pengetahuan yang dimilikinya, namun kesaktian dan keramat Mbah Kholil Bangkalan mampu membuat tercengang.

Dikisahkan pada akhir abad-19, seorang pemuda bernama Saleh dan kedua temannya berangkat dari Pemalang Jawa Tengah tujuannya menuju pondok pesantren Mbah Klolil Bangkalan-Madura.

Perbekalan komplit dibawa, maklum saat itu jarang ada transportasi sehingga perjalanan ke arah timur dilalui dengan berjalan kaki.

Belum begitu jauh tibalah mereka bertiga di Alas Roban, kawasan kondang begal dan bromocorah. Ketiga anak muda itu rupanya telah dikuntit kelompok begal, tujuannya jelas merampas perbekalan yang dibawa ketiga pemuda tersebut.

Sore menjelang petang ketiganya ditangkap dan disandra begal, tapi masih untung mereka tidak dilukai hanya ditahan. Pimpinan bromocorah memandangi mereka satu persatu.

“Serahkan harta kalian,” bentaknya. Tanpa pikir panjang, Saleh dan kedua temannya langsung menyerahkan semua yang dimiliki, hingga tanpa sisa sama sekali.

Hal ini justru membuat begal curiga. “Baru kali ini aku menemui korban yang pasrah,” batin begal. “Hai anak muda kalian sebenarnya mau kemana?” tanya Begal.

“Kami bertiga mau ke Bangkalan-Madura,” jawab Saleh. “Ada urusan apa kalian bertiga jauh-jauh kesana sampai membawa bekal banyak sekali,” tanya Begal.

“Kami mau berguru kepada seorang Kyai,” sahut salah satu kawan Saleh. “Ya kami mau berguru ke Syaikhona Kholil Bangkalan,”  timpal kawan satunya.

“Siapa? Syaikhona Kholil?” begal memastikan telinganya tidak salah dengar.
“Iyaa Syaikhona Kholil Bangkalan Madura,” jawab mereka bertiga kompak.
Rupanya mulai muncul keberanian dari ketiganya, begal tercenung, petang berganti malam dan sang begal justru tertunduk diam sepanjang malam itu tapi tidak dengan jantungnya yang terus berdegup kencang.

Keesokan hari sebelum fajar terbit, tidak diduga sang begal menyerahkan seluruh bekal rampasan dikembalikan kepada Saleh dan teman-temannya ia berkata
“Dulu aku punya guru ampuh, dia pernah tanding dengan Syaikhona Kholil dan kalah. Sejak itu guruku bersumpah tidak akan mengganggu Syaikhona Kholil dan seluruh santrinya,” ujar begal sambil terbata-bata.

“Sekarang ini bawalah semua dan biarlah aku kawal kalian bertiga hingga menyeberang ke Madura,” lanjutnya.
Begal berubah 180° justru sekarang menjadi pengawal ketiga calon santri Syaikhona Kholil Bangkalan itu. Singkat cerita Saleh dan dua temannya selamat sampai Bangkalan dan belajar agama kepada Syaikhona Kholil.

Demikian kisah kesaktian Syaikhona Kholil Bangkalan, membuat begal lari ketakutan. Semoga bermanfaat. Waallahua'alam bishawab. *


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik