Kisah Abu Bakar Al-Syibli, Wali Allah yang Dituduh Sebagai Orang Pelit


Abu Bakar Al-Syibli merupakan salah seorang wali Allah yang dituduh orang yang pelit.
Hal itu terjadi karena suatu ketika di dalam diri Abu Bakar Al-Syibli terjadi sebuah gejolak batin yang terjadi antara akal dan hatinya.

Alkisah pada saat itu Abu Bakar Al-Syibli sedang duduk santai, tiba-tiba terbersit dalam hatinya suatu ucapan "Kamu orang yang bakhil (pelit)".


Akalnya mencoba menolak dan melawannya serta mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia bukan orang yang pelit, namun tetap saja hatinya terus saja mengatakan bahwa dia adalah orang yang pelit.

Sehingga sejak saat itu membuatnya bertekad jika suatu saat memiliki banyak harta yang akan memberikannya kepada orang yang membutuhkan yang ia temui pertama kali di hari itu.

Pada suatu hari ada seorang teman datang kepadanya dengan membawa uang sebanyak 50 Dinar.

"Pakai uang ini untuk memenuhi kebutuhanmu," kata temannya itu kepada Abu Bakar Al-Syibli menawarkan bantuan. Sebagaimana niatnya semula maka ia butuhkan saat itu memberi orang fakir.
Tak lama setelah itu, Ia pun keluar dari rumahnya untuk mencari orang fakir yang akan menerima pemberian uang darinya.
Ketika sampai di suatu tempat, yang pertama kalinya temukan hari itu adalah orang fakir yang buta. Saat itu ia sedang potong rambut.

Di sebelah tempat jasa potong rambut ia pun memberikan bungkusan yang berisi uang 50 dinar ia bawa kepada si buta.
Namun, ternyata uang itu ditolaknya, justru si buta menyarankan kepada Abu Bakar Al- Syibli, agar uang juga diberikan saja kepada si tukang cukursebagai ongkos jasa mencukur.

"Yang benar saja ini uang yang sangat banyak 50 dinar masa diberikan begitu saja kepada si tukang cukur sebagai upah jasanya, bukankah terlampau kebanyakan?," kata Abu Bakar Al-Syibli menolak permintaan itu.

Tak disangka, orang buta yang ada dihadapannya itu mengetahui gejolak hati yang sedang dialami Abu Bakar Al- Syibli, iapun kemudian berkata.

"Tidak salah memang engkau orang yang pelit" katanya.
Ucapan itu pun akhirnya membuat Al-Syibli berkenan memberikan uang itu kepada si tukang cukur, namun pemberian itu tak berhasil si tukang cukur juga menolaknya.

"Sejak pertama orang itu potong rambut kepadaku, Aku berjanji tak akan mengambil bayaran atau upah darinya," kata Si Tukang Cukur.

Karena tak ada yang bersedia menerimanya, uang itu pun akhirnya dibuang oleh Abu Bakar Al- Syibli ke Dajlah (Sungai Tigris di Irak) dan berkata pada dirinya.
"Siapa saja yang menganggapmu (uang) mulia maka ia akan dihinakan oleh Allah subhanahuwata'ala," katanya berucap kepada uang itu.

Demikian kisah Wali Allah yang yang dituduh sebagai orang pelit sebuah hikmah dari kisah Abu Bakar Al-Syibli.***


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik

ahli1