Kesaktian Sunan Bonang Membelah Diri saat Lawan Lokajaya, Dakwah Walisongo dan Sunan Gunung Jati


Kisah keramat Sunan Bonang bisa membelah diri saat melawan si perampok Lokajaya.
Sunan Bonang adalah salah satu Walisongo penyebar Islam yang juga sezaman dengan Sunan Gunung Jati.
Sunan Bonang yang memiliki nama asli Raden Makhdum Ibrahim merupakan putra dari Sunan Ampel.

Dalam dakwahnya Sunan Bonang menggunakan pendekatan kebudayaan. Selain itu Sunan Bonang memiliki banyak keramat dalam menjalani dakwah.
Dikutip dari Buku Sunan Bonang Wali Keramat: Karomah, Kesaktian dan Ajaran-Ajaran Hidup Sang Waliullah, berikut kisah keramat Sunan Bonang.

Suatu hari Sunan Bonang berhadapan dengan perampok yang terkenal sadis bernama Berandalan Lokajaya.
Diketahui Lokajaya merampok dan tak segan membunuh orang yang melintas di hutan-hutan belantara tempat kekuasaannya.

Sunan Bonang yang melintas dengan pakaian sangat gemerlap langsung menarik perhatian Lokajaya.

Lokajaya pun berusaha merampok Sunan Bonang.
Namun, Sunan Bonang mengeluarkan kesaktiannya melawan Lokajaya yang terkenal sadis tersebut.
Sunan Bonang menjelma menjadi empat bahkan lima orang dengan sosok yang sama di hadapan Lokajaya.

Sosok-sosok Sunan Bonang kemudian mengepung Lokajaya yang akan merampoknya.
Lokajaya kaget melhat lawannya bisa membelah diri menjadi banyak, sehingga langsung berlari.

Akhirnya, Lokajaya berlari begitu cepat untuk meloloskan diri.
Tapi sejauh Lokajaya berlari, sosok-sosok Sunan Bonang justru mengepungnya. Lokajaya terus berlari dan berlari lagi.
Namun, lagi-lagi ada sosok Sunan Bonang hingga empat sampai lima orang dengan rupa yang sama.

Lokajaya terduduk lemas tak berdaya akibat terus dikejar Sunan Bonang.
Sunan Bonang pun mendekati Lokajaya yang ketakutan. Lokajaya kemudian meminta ampun dan bertekad bertobat.
"Hamba berserah diri pada Paduka," demikian ucap Lokajaya.
"Kamu betul-betul bertobat padaku?" tanya Sunan Bonang.

"Ya Tuan, hamba meminta hidup, terserah Tuan hamba menurut," kata Lokajaya.
Sunan Bonang pun meminta Lokajaya untuk menunggu tongkat yang ditancapkan di tanah. Sedangkan Sunan Bonang pergi meninggalkan Lokajaya.

Lokajaya menyanggupi pesan Sunan Bonang. Konon hingga setahun lamanya Sunan Bonang meninggalkan Lokajaya yang masih terdiam menjaga tongkat.
Suatu ketika Sunan Bonang teringat bahwa tongkatnya tertinggal di hutan dan beliau datang untuk mengambilnya.

Pohon beringin telah tumbuh rindang dan banyak semak belukar. Akarnya bahkan melilit di tubuh Lokajaya yang tak beranjak menjaga tongkat Sunan Bonang.
Sunan Bonang tak ingat tempat meninggalkan tongkatnya dan Lokajaya. Selanjutnya Sunan Bonang pun menyalakan api dan hutan segera terbakar.
Seluruh hutan terbakar, tapi Lokajaya tak juga bergerak hingga seluruh tubuhnya ikut terbakar.

Lokajaya yang telah tidak makan dan tidur, coba didekati oleh Sunan Bonang.
Namun Lokajaya tidak mengetahui kedatangan Sunan Bonang, hingga akhirnya Sunan Bonang membuat nasi hangat, kemudian diberikan kepada Lokajaya.
Sesaat setelah memakan nasi dari Sunan Bonang inilah Lokajaya akhirnya tersadarkan diri.

Awalnya belum bisa berbuat apa-apa, kemudian Lokajaya pun diminta makan.
Kesadaran Lokajaya perlahan-lahan mulai pulih, segeralah dia bersujud di kaki Sunan Bonang gurunya.***


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik