Mengapa Ada Tradisi Bagi-bagi Uang Saat Lebaran? Begini Sejarahnya


Pada hari Lebaran, tradisi yang biasanya ditunggu oleh anak-anak adalah mendapatkan uang dari kerabat ketika mereka bertandang untuk bersilaturahmi.
Apakah bagi-bagi uang saat Lebaran adalah kewajiban? Kapan tradisi ini dimulai? Kemudian jika ingin membagi uang, bagaimana cara yang benar?
Dalam membagi uang untuk keponakan, Anda memang harus teliti.

Jangan asal menghambur-hamburkan uang demi euforia atau demi gengsi semata. Karena hal ini bisa berimbas ke kondisi pundi-pundi Anda.
Jangan sampai niat baik Anda untuk berbagi rezeki justru menjadi bumerang karena pengeluaran yang membengkak.

Lihat lagi anggaran keuangan Anda
Dilansir dari laman Bank Permata, hal pertama yang perlu dilakukan, yakni mengecek kondisi keuangan Anda sebelum berbagi uang Lebaran kepada sanak keluarga.

Tak ada salahnya untuk memastikan apakah Anda sedang memiliki kewajiban yang masih berjalan seperti cicilan utang dan kredit.

Anda juga perlu memastikan soal kondisi keuangan untuk masa depan, misalnya dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, dan tagihan rutin bulanan.
Jika semuanya telah dipastikan aman, Anda dapat mulai menentukan prioritas anggaran uang Lebaran tahun ini.

Jika Anda menjadikannya prioritas utama sebagai bentuk berbagi, Anda bisa menganggarkan 60-70 persen dari penghasilan bulanan.

Akan tetapi, jika Anda tidak menjadikannya prioritas, menganggarkan 20-30 persen dari penghasilan bulanan pun sudah cukup.
Namun, perlu dicatat bahwa tradisi ini tidaklah bersifat wajib, sehingga tidak perlu memaksakan diri.

Usai mengetahui kondisi keuangan dan prioritas uang anggaran uang Lebaran, Anda harus menentukan sumber dananya.
Anda bisa mengambil dari uang dari tunjangan hari raya (THR) yang Anda dapatkan.

Anda tidak perlu mengambilnya dari tabungan atau bahkan dana darurat yang sudah Anda simpan sekian lama.
Prioritas berbagi pada hari Lebaran memang penting, tetapi Anda tidak boleh mengabaikan kebutuhan Anda di masa depan yang mungkin saja membutuhkan tabungan dan dana darurat tersebut.

Sejarah membagikan uang saat Lebaran
Diberitakan Kompas.com, 25 Mei 2020, Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Sunu Wasono menuturkan, tradisi membagikan uang saat Lebaran sudah ada sejak lama.

Namun, Sunu tak mengetahui secara pasti kapan awal mula tradisi tersebut muncul.
Kemungkinan, imbuhnya, tradisi saat Lebaran itu dipengaruhi oleh budaya China, yakni seperti memberikan angpao pada Tahun Baru Imlek.

"Kalau ditanya sejak kapan, memang tidak bisa diketahui karena dari dulu sejak ada. Ada kemungkinan terpengaruh dari budaya China yang membagikan angpao," kata Sunu.

"Yang namanya pengaruh seperti itu kan tidak bisa disadari. Karena kalau sudah menjadi tradisi ya kita anggap sebagai bagian dari cara hidup atau kebiasaan kita," sambung dia.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik