SADAKAH BUKA PUASA PT. WISEFX dan GRESIKBAIK

Saat Ekonomi Masih Labil di Masa Pandemi Covid-19, Founder PT Wisefx Gus Fik Berbagi Nasi Bungkus Senilai Rp 15 Juta Tiap Bulan.



SURYA.co.id | GRESIK - Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, Founder PT Wisefx Rachmad Rofik (Gus Fik) berbagi makanan berbuka puasa kepada 51 janda tua dan dhuafa di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah - Gresik, Minggu (10/4/2022). Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 15 Juta dalam satu bulan.

Gus Fik yang juga founder GresikBaik mengatakan, sebanyak 51 janda tua dan dhuafa di Desa Sekapuk, kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, dibantu makanan berbuka puasa berupa nasi bungkus. Anggaran yang dikeluarkan kurang lebih Rp 15 Juta per bulan.

"Kebermanfaatan yang ditebarkan ini merupakan bagian kecil dari sebuah empati dan kepedulian sosial saat masih labilnya perekonomian dan saat laju inflasi 3,6 persen yang mulai naik signifikan," kata Gus Fik.

Lebih lanjut Gus Fik menambahkan,  latar belakang dan motivasi kegiatan donasi sadakah berbuka puasa Ramadan ini adalah atas petunjuk dan karunia dan kasih sayang-Nya.

Kegiatan sosial berbagi nasi bungkus ini melanjutkan tradisi kebaikan dari bulan Syakban dan dilanjutkan di bulan Ramadan. "Sebelumnya, kita memberikan sedekah sebungkus nasi pagi kepada para janda dan fakir miskin. Sekarang diganti nasi berbuka puasa, pada hakikatnya bukan kita yang bisa bersedekah, namun Tuhan yang menggerakkan hati kita agar tetap bisa mengasihi yang lebih membutuhkan dari  kita, jadi hakikatnya tidak ada kemampuan selain karunia dan kasih sayang-Nya saja" imbuhnya.

Lebih lanjut Gus Fik menambahkan, inflasi yang terkerek naik perlahan sangat berdampak kepada masyarakat lapisan bawah. Sehingga berpotensi meningkatnya angka kemiskinan lebih besar sebesar 9,7 persen pada tahun 2021.

"Sesuai data, 64 persen konsumsi masyarakat miskin ada pada makanan, sehingga kebutuhan pokok, seyogyanya bisa dikelola dengan baik, agar tidak semakin memperlebar jurang kemiskinan di saat inflasi yang mulai melanda negeri," imbuhnya.

Menurut Gus Fik, instruksi Presiden RI, Joko Widodo, terhadap para menteri, semestinya memiliki solusi dan empati yang tinggi untuk turut serta bahu membahu mengurangi dampak inflasi yang sangat terasa pada masyarakat lapisan bawah.

"Sense of crisis sebisa mungkin menjadi sebuah aksi kemanusiaan yang besar dan masif, sehingga benar-benar bisa menekan angka kemiskinan agar tidak naik tinggi akibat inflasi,"  katanya.

Meskipun bukan seorang menteri, Gus Fik sebagai relawan Jokowi sejak 2014, tetap berusaha bisa menjadi warga negara yang berguna dengan tetap istikamah berbagi kepada masyarakat miskin.

"Kondisi recovery pandemi covid-19 seperti ini, memang berakibat pada inflasi. Siapapun presidennya, menghadapi kondisi seperti ini tidaklah gampang dan tetap membutuhkan dukungan dari para menteri serta banyak pihak untuk bisa keluar dari pandemi dengan sehat wal afiat," katanya.