Selamat Jalan Yai Tar, KH Mukhtar Jamil Semoga Semakin Bahagia di Sana.




Senin malam itu Gus Fik merasakan ada sesuatu kehilangan, tidak tahu apa, namun vibrasi kehilangan itu terasa mendalam sekali, tidak dinyana ternyata di jam bakda Isya adalah waktu dimana KH Mukhtar Jamil sejarawan dan sesepuh serta ulama kharismatik tawadhu ikhlas berpulang ke hadirat-Nya, dikuburkan di area makam telogo pojok tepatnya.

Vibrasi dan resonansi tercabutnya 'paku bumi' begitu terasa di benak Gus Fik, namun ini merupakan
sebuah takdir dan ketentuan Ilahi yang memang sudah ditakdirkan terjadi. 

Yai Tar demikian kami biasa menyebut beliau adalah seorang ulama rendah hati meski beliau
berdarah biru. Gelar beliau adalah Kanjeng Raden Aryo Tumenggung KH Dwijo Muchtar Djamil Adipuro dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat. 

Begitu mencintai dan menghayati sejarah Gresik, jauh dari hiruk pikuk politik, Yai Tar menjalani
kehidupan dengan begitu bersahaja dan sederhana. Saudara beliau yang lebih dulu mendahului beliau Yai Wahib adalah juga sosok fenomenal dan legenda di benak orang Gresik lama. Yai Wahib sangat disegani dan dihormati karena memiliki banyak keistimewaan dan keramat yang tidak dimiliki orang awam, termasuk salah satunya adalah bisa berkomunikasi, bahkan konon memiliki murid dari kalangan bangsa jin muslim. 

Tepat di usia 84 tahun beliau meninggalkan dunia fana dengan diiringi ribuan pelayat yang mengantarnya sampai ke peristirahatan terakhirnya. 


اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, sejahterakan dan maafkanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka." Al Fatihah.