Kemah IKN Jokowi : Simbol Kesabaran, Keprihatinan, Optimisme, Fokus Pada Kebaikan dan Tujuan Yang Besar


Terlepas dari sengketa dan pro kontra IKN, yang sudah menjadi sebuah UU no. 3 tahun 2022, pemindahan ibukota negara di tengah kondisi pandemi global yang belum usai adalah sebuah langkah penuh keberanian, beresiko tinggi yang dilakukan Jokowi.  

IKN Nusantara yang merupakan mimpi dan cita-cita Bung Karno sejak beliau masih hidup, adalah sebuah idealisme dan optimisme besar akan kebangkitan Indonesia untuk menjadi sebuah negara yang makmur dan sejahtera. Merata sesuai sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Langkah besar ini merupakan sebuah langkah fenomenal yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir pemimpin negara.

Bukan tanpa sebab ibukota negara dipindah, itu adalah karena sebuah keinginan dan asa adanya pemerataan dan distribusi ekonomi yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pasca kematian Bung Karno Sang Putra Fajar, lahirlah Jokowi di hari yang sama di saat kematian jasmaniah Sang Proklamator.

Namun ideologi bagaimanapun tidak serta merta hancur dan luluh lantak bersama pembawanya, bahkan ideologi ini pada hakikatnya tidak mati, tidak bisa dibunuh, karena ideologi adalah sebuah keyakinan, optimisme jiwa bagi sebuah perubahan nyata yang berdampak pada kebaikan dan kemakmuran semuanya.


Dari 34 gubernur yang diundang ada beberapa yang berhalangan karena faktor kesehatan, dan diwakilkan. Namun sejatinya simbolisasi Kendi Nusantara ini adalah sebuah doa dan harapan luar biasa yang seyogyanya kita dukung bersama.

Meski ada saja yang tidak suka dan melakukan aksi unjuk rasa, baik 'nggembosi' dan membuat narasi kegagalan, yang menurut saya adalah sebuah mental kekanakan yang semestinya tidak dicuatkan. Mental kekanakan itu sangat menghambat terbentuknya sebuah negara besar, negara penuh kemakmuran yang diidamkan oleh banyak orang.

Kemah IKN berangkat dari sebuah rasa keprihatinan, dan cita-cita ingin menjadi sebuah negara yang besar yang benar-benar bisa mengulang lebih baik kejayaan nusantara di masa silam.

Kebersamaan dibutuhkan untuk mencapai kemakmuran. Bukan hanya watak sektarian dan egosentris sektoral. 

Karakter negatif sektarian dan ego sektoral inilah juga yang menghambat semburatnya kekuatan besar bangsa ini. Sumbatan mental blok ini semoga bisa dijebol dan mampu mengalirkan rasa senasib sepenanggungan yang bisa membawa bangsa ini menuju jalan kemakmuran tujuan awalnya didirikan dan diproklamasikan.

Sehingga, pengorbanan darah dan air mata para pendahulu kita tidak sia-sia dan bisa tersenyum bahagia melihat penerusnya dapat menikmati kemakmuran dan kesejahteraan di tanah moyangnya sendiri. 

Tidak adanya pilkada dan DPRD di lokasi IKN Nusantara juga merupakan sebuah preseden baik agar stabilitas wilayah terjaga dan tidak terpecah. Sterilisasi dari berbagai kepentingan sektoral selain hanya kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Yakni Pemilu Nasional. 

IKN Nusantara adalah upaya membulatkan kedaulatan Republik Indonesia sebagai sebuah negara yang benar-benar berdaulat atas wilayahnya. Yang membuat 'keder dan grogi' tetangga negara, Malaysia.

Dimana kedaulatan sebuah negara benar-benar menjadi sebuah kekuatan yang dapat mendistribusikan kemakmuran secara merata kepada semua kalangan.

Sepak terjang Jokowi yang demikian berani dan pantang mundur dalam menggeser ibukota negara ke IKN Nusantara memberikan contoh dan tauladan bagi semuanya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan percaya bisa melakukannya. 

Pindahnya ibukota negara ke lokasi yang baru, adalah sebuah langkah besar, lompatan besar untuk meng-create sebuah sistem yang baru, 'fresh' dan powerful. Begitu sistem ini sudah settle maka generasi selanjutnya bisa melakukan upgrading secara bertahap dan berkelanjutan.

Pondasi ini harus ditata dan diletakkan dahulu, sebagaimana Pancasila dijadikan sebagai perekat dan pemersatu filosofis bangsa. 

IKN Nusantara harus berdiri dulu agar generasi selanjutnya bisa meneruskannya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pancasila yang demikian luar biasa menjadi perekat bangsa selama bertahun lamanya adalah sebuah maha karya pendahulu dan pahlawan kita yang perlu ditindak lanjuti secara nyata --salah satu realisasinya, dengan pindahnya ibukota dengan tujuan agar melahirkan kemakmuran dan distribusi ekonomi yang merata. 

Kemah IKN merupakan lambang dan simbol fokus pada tujuan yang tidak bisa dipatahkan. Simbol kekuatan kesabaran dari nol bermula semua kemakmuran. Simbol daripada keberhasilan sebuah negara untuk menjadi besar dan disegani di masa yang akan datang.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi itu akan dilakukan?


Gus Fik
Yang mencintai bangsa, negara ini sepenuh hati dan selalu bersama Jokowi.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik