Bukan Nuklir, Senjata Ini Bisa Hancurkan Rusia, Bahkan Dunia


Jakarta, Integrasi sistem keuangan dunia seperti Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) memang memudahkan transaksi antar negara menjadi lebih mudah.

Namun, di sisi lain, sistem ini juga bisa menjadi salah satu senjata paling efektif untuk mengganggu stabilitas keuangan. Hal ini seperti apa yang tengah dialami Rusia.
Kondisi keuangan Rusia mendapat tekanan sangat kuat. Pasalnya, negara barat sepakat menendang bank Rusia dari SWIFT.

"Ini akan memastikan bahwa bank-bank ini terputus dari sistem keuangan internasional dan membahayakan kemampuan mereka untuk beroperasi secara global," tulis pernyataan bersama yang dirilis oleh Gedung Putih dilansir dari CNN.

SWIFT merupakan jaringan pengiriman pesan yang digunakan oleh bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mengirim dan menerima informasi transaksi dengan cepat dan aman. Misalnya saja, instruksi pengiriman dana. Sistem ini juga yang berada di balik sebagian besar transaksi pembayaran dan pengiriman dana internasional.

Saat ini, ada lebih dari 11 ribu lembaga keuangan di dunia yang tergabung dalam SWIFT. Tercatat, pada tahun 2021, rata-rata lembaga keuangan tersebut mengirimkan 42 juta pesan per hari.

SWIFT bekerja dengan memberikan kode unik pada masing-masing lembaga keuangan. Kode ini secara bergantian disebut sebagai kode pengenal bank, kode SWIFT, ID SWOFT, atau kode ISO 9362.

Kini SWIFT tidak hanya memberikan pesan instruksi pembayaran atau pengiriman dana, tapi juga mengurus transaksi keamanan, transaksi treasury, transaksi perdagangan, dan transaksi sistem di seluruh dunia.

Akibat keputusan negara Barat, ini akan mengganggu perdagangan global, merugikan kepentingan barat, dan memukul transaksi keuangan Rusia. Skema sanksi ini seolah semacam senjata 'nuklir' keuangan dari dunia barat terhadap Rusia.
Selain itu, dikeluarkannya Rusia dari jejaring SWIFT juga bakal mempersulit lembaga keuangan Rusia untuk mengirim uang ke dalam atau ke luar negeri.

"Ini berarti akan ada bencana di pasar mata uang Rusia pada Senin (28/2). Saya pikir mereka akan berhenti berdagang dan kemudian nilai tukar akan diperbaiki pada tingkat buatan seperti di masa Soviet," ungkap mantan wakil ketua bank sentral Rusia, Sergei Aleksashenko.

Selain itu, keputusan SWIFT juga akan memberikan kejutan kepada perusahaan Rusia dan pelanggan asing mereka, khususnya pembeli ekspor minyak dan gas alam mata uang dolar AS.

"Pemutusan tersebut akan menghentikan semua transaksi Internasional, memicu volatilitas mata uang, dan menyebabkan arus keluar modal besar-besaran," ungkap rekan tamu di Institut Urusan Internasional Finlandia Maria Shagina dikutip dari CNN.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik