Penyebab Harga Rumah Tipe Menengah dan Besar Naik di Kuartal IV Tahun 2021

Kenaikan IHPR tersebut terutama bersumber dari kenaikan hargapada tipe menengah yang bertumbuh 1,48% (yoy), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,39%. Lalu untuk rumah tipe besar juga mengalami kenaikan0,93%(yoy) lebih tinggi dari0,80% (yoy) pada kuartal sebelumnya.Sementaraitu, rumah tipe kecil tumbuh relatif stabil pada kisaran 1,99% (yoy).
Ilustrasi perumahan. 

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di pasar primer pada kuartal IV tahun 2021 mengalami peningkatan secara tahunan.  

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan hal ini tercermin dari IHPR kuartal IV tahun 2021 yang tercatat tumbuh sebesar 1,47% (yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,41% (yoy) pada kuartal sebelumnya maupun dibandingkan 1,43% (yoy) pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kenaikan IHPR tersebut terutama bersumber dari kenaikan harga pada tipe menengah yang bertumbuh 1,48% (yoy), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,39%. Lalu untuk rumah tipe besar juga mengalami kenaikan 0,93%(yoy) lebih tinggi dari 0,80% (yoy) pada kuartal sebelumnya.   

"Sementara itu, rumah tipe kecil tumbuh relatif stabil pada kisaran 1,99% (yoy)," ujarnya dalam laporan, Rabu (16/2/2022).  

Secara spasial, pertumbuhan IHPR tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 7,34% (yoy). Kemudian diikuti oleh Bandung sebesar 2,19% (yoy) dan Bandar Lampung sebesar 1,75% (yoy). 

Secara kuartalan, IHPR pada kuartal IV tahun2021 tercatat tumbuh terbatas sebesar 0,29% (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,34% (qtq) pada kuartal III tahun 2021.  

Tertahannya kenaikan harga properti residensial secara kuartalan disebabkan oleh perlambatan kenaikan harga rumah tipe kecil yang tumbuh sebesar 0,17% (qtq), lebih rendah dari 0,50% (qtq) pada kuartal III tahun 2021.  

"Penurunan pertumbuhan tersebut ditengarai oleh adanya upaya developer untuk menghabiskan rumah ready stock di mayoritas kota dan masih berlakunya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sehingga cenderung menahan kenaikan harga," ucapnya.  

Secara spasial, perlambatan kenaikan IHPR terutama disebabkan penurunan harga di kota Batam dan Surabaya masing-masing sebesar -0,51% (qtq) dan -0,26% (qtq), serta perkembangan yang stagnan di Samarinda dan Bandar Lampung pada kuartal IV tahun 2021.  

Pada kuartal IV tahun 2021, peningkatan pertumbuhan IHPR secara tahunan sejalan dengan kenaikan inflasi biaya tempat tinggal konsumen rumah tangga. 

Hal ini terindikasi dari laju Indeks Harga Konsumen (IHK) sub kelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan (Tahun Dasar 2018 =100) sebesar 2,21% (yoy), lebih tinggi dari 1,57% (yoy) pada triwulan sebelumnya.


Di himpun dari : Bisnis.com

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik