Jangan Panik, Ada Kabar Melegakan Soal Covid-19 Omicron di RI


Jakarta, Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) belum usai, termasuk di Indonesia. Bahkan ada tendensi 'mengamuk' lagi.
Kementerian Kesehatan melaporkan kasus positif harian Covid-19 pada 7 Februari 2022 adalah 26.121 orang. Turun dibandingkan hari sebelumnya yang sebanyak 36.057 orang.

Akan tetapi, dalam sepekan terakhir rata-rata kasus positif harian adalah 27.033 orang per hari. Meroket 195,37% dibandingkan rerata sepekan sebelumnya. Nyaris 200%...


Jumlah pasien sembuh sebenarnya juga bertambah. Namun tidak sebanyak pasien baru.

Dalam seminggu terakhir, rata-rata pasien sembuh bertambah 7.307 orang setiap harinya. Melonjak 214,96% dari pekan sebelumnya. Meski secara persentase lajunya lebih cepat dari penambahan kasus baru, tetapi secara absolut atau nominal masih lebih jauh lebih rendah.

Perkembangan ini membuat angka kasus aktif terus bertambah. Pada 7 Februari 2022, kasus aktif naik 17.462 orang menjadi 206.361 orang. Kasus aktif mencapai rekor tertinggi sejak 30 Agustus tahun lalu.

Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kasus aktif menjadi gambaran pandem yang sesungguhnya di lapangan.

Beban terhadap sistem pelayanan kesehatan nasional pun terlihat di angka keterisian ranjang rumah sakit (Bed Occupancy Rate/BOR). Per 3 Februari 2022, angka BOR nasional ada di 19%, tertinggi sejak 6 September 2021.

Di wilayah Jawa-Bali, angka BOR pun menanjak. BOR DKI Jakarta per 3 Februari 2022 sudah mencapai 59%. Kemudian di Jawa Barat 25%, Jawa Tengah 8%, DI Yogyakarta 13%, Jawa Timur 7%, Banten 32%, dan Bali 30%.


Lonjakan kasus harian di Indonesia, seperti halnya di negara-negara lain, disebabkan oleh virus corona varian Omicron. Varian ini lebih mudah menular dibandingkan sebelumnya sehingga menyebabkan kenaikan kasus harian yang signifikan.

Ketika virus corona varian Delta menebar teror pada pertengahan 2021, situasi serupa terjadi. Puncak serangan varian Delta menyebabkan kasus positif harian di Indonesia mencapai 56.767 orang dalam sehari yang terjadi pada pertengahan Juli 2021. Puncak kasus harian saat varian Omicron menyerang adalah 36.057 orang, sudah 63,5% dari Delta.

Namun, sejauh ini beban yang ditanggung sistem pelayanan kesehatan nasional belum separah saat serangan varian Delta. Per 6 Februari 2022, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit adalah 16.712 orang, masih 17,9% dari puncak serangan varian Delta.

Sementara BOR nasional saat ini adalah 22,3% dari puncak serangan Delta yang kala itu mencapai 77,5%. BOR di unit perawatan intensif (ICU) saat ini masih 12,1%, sementara saat puncak serangan Delta mencapai 76%.

Selain itu, mayoritas pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit adalah yang tanpa gejala atau bergejala ringan. Selama periode 21 Januari-6 Februari 2022, Kementerian Kesehatan mencatat ada 36.885 orang yang datang ke rumah sakit, dinyatakan positif Covid-19, dan menjalani perawatan.

Dari jumlah tersebut, 11.210 orang (30,39%) tanpa gejala. Sedangkan 14.923 orang (40,46%) mengalami gejala ringan. Sebanyak 25.684 pasien (69,63%) tidak membutuhkan terapi oksigen.

"Ingin disampaikan bahwa tidak usah panik. Jumlah kasusnya naik tinggi, tetapi yang masuk rumah sakit dan wafat jauh lebih rendah dan terkendali. Kita jalankan dulu protokol kesesehatan," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, kemarin.

Perlu dicatat pula bahwa kebanyakan pasien yang meninggal akibat Covid-19, yakni 69% sejak varian Omicron merebak, belum mendapatkan vaksinasi lengkap. Sedangkan 42% adalah penderita komorbid dan 44% berusia lanjut.

"Saya mohon yang mengajurkan tidak vaksin, kamu bertanggung jawab terhadap komunitasmu kalau ada yang meninggal. Data menunjukan 69% itu meninggal," tegas Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi, kemarin.



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik