Bisa Bikin Pensiun Dini, Apa Itu Gaya Hidup Frugal?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Zinkevych

Jakarta, Pernah membayangkan pensiun dini atau berhenti kerja di usia muda? Itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan dengan menjalani frugal living.
Praktisi frugal living, Samuel Ray kali ini membagikan pengalamannya kepada detikcom. Dia dan istri menargetkan bisa pensiun dini di usia 35. Setidaknya empat tahun sudah dia menjalani frugal living untuk mengumpulkan tabungan demi merealisasikan rencananya.

"Frugal living ini sebenarnya gampangnya adalah gaya hidup cermat, bagaimana kita melihat keuangan kita dengan disiplin, dengan cermat sehingga kita tidak terbawa FOMO/fear of missing out ya, kita tidak terbawa tren, kita tidak terbawa keinginan sesaat," katanya dalam program d'Mentor dengan tema Financial Freedom di Usia Dini, ditulis Jumat (4/2/2022).

Dengan kata lain, frugal living mengharuskan kita untuk benar-benar memahami apa yang ingin dibeli, dikonsumsi, sampai cara menggunakan uang dengan cermat. Sederhananya, tidak asal beli sesuatu.

"Tujuannya apa kalau orang hidup frugal? kenapa harus menunda kesenangan? kenapa harus hidup cermat? kenapa harus mikir-mikir mau beli apa nunggu diskon? kalau bisa cari second-nya segala macam. Apakah harus? kalau ditanya harus atau tidak tentu jawabannya tidak harus, ini kembali lagi ke pilihan teman-teman," ujarnya.

Dia bersama keluarga memiliki alasan memilih menjalankan frugal living, yaitu untuk memperoleh kebebasan finansial di usia muda. Menurutnya dengan frugal living, dia bisa hidup lebih sehat, secara mental lebih sadar sehingga tidak mudah terbujuk iklan, ada produk baru tidak tergoda langsung kepengin beli. Jadi, lewat frugal living, dia membeli sesuatu karena memang benar-benar membutuhkannya.

Lalu, dari frugal living ini apa hasil yang dia terima? saving rate atau uang yang dapat ditabung dari penghasilannya meningkat. Jadi ibarat idealnya orang harus menabung 10% sampai 20% dari penghasilannya, dengan menjalan gaya hidup frugal ini saving rate dia rata-rata bisa di atas 50% tiap bulannya.

"Untuk apa saving rate tinggi-tinggi? untuk mencapai financial independence. Jadi, kami sedang punya target satu angka yang kami kejar. Ketika kami sudah mencapai angka tersebut, angka tabungan tersebut maka kami bisa hidup dari hasil investasi kami, dari tabungan tersebut," jelasnya.

Angkanya tentu berbeda-beda tiap orang. Misalnya saja orang-orang yang standar hidupnya tinggi tentu butuh uang lebih banyak untuk mencapai kebebasan finansial.

"Makanya kami bisa bilang frugal living ini sebenarnya bisa diterapkan semua orang, tergantung dari lifestyle masing-masing, seberapa besar pengeluaran teman-teman masing-masing. Itu juga nanti yang akan menentukan seberapa lama teman-teman bisa pensiun dini," tuturnya.

Jadi, apa bedanya frugal living dengan hidup hemat pada umumnya? Menurutnya yang membedakan adalah tujuannya. Ada orang yang berhemat hanya karena takut miskin, takut uangnya habis lalu terjadi sesuatu. Sedangkan frugal living ini justru semangatnya bukan berhemat karena takut, tapi berhemat karena optimis bisa mencapai kebebasan finansial di usia muda.

Lanjut dia, di Amerika Serikat ada komunitas Financial Independence Retire Early (FIRE). Ada satu yang terkenal, pemilik blog Mister Money Mustache, dia pada usia 29 tahun sudah pensiun. Hal itu memotivasi dirinya.

"Nah aku pun jadi termotivasi meskipun umur sudah lewat 29 tapi mungkin bisa nggak sampai 40 sudah pensiun. Artinya aku dan istri targetnya di usia 35 kita targetin untuk pensiun dini. Jadi itu hidup hemat tapi optimis bahwa kita bisa mencapai kebebasan finansial lebih awal," tambahnya.



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik