Akhirnya! Jahe Merah Diteliti untuk Covid-19

Ist
Ilustrasi penelitian

JAKARTA - Belakangan ini, kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia dengan penambahan jumlah kasus harian tertinggi saat ini mencapai 44.526 orang dalam 1 harinya.

Penyebaran dari varian Omicron ini pun jauh lebih cepat dan jauh lebih mudah daripada varian sebelumnya. Meskipun secara gejala masih dikatakan ringan namun kita harus tetap waspada.

Sejak awal virus Corona muncul di Indonesia, banyak masyarakat yang memanfaatkan obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh. Herbal asli Indonesia pun ramai dibicarakan, diantaranya jahe merah, sambiloto, empon-empon, dan lainnya. Jahe merah sendiri disinyalir dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Melihat hal itu, PT Bintang Toedjoe dengan brand Bejo Jahe Merah-nya berinisiatif untuk melakukan penelitian terhadap pasien Covid-19. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat efektivitas penggunaan Bejo Jahe Merah sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

Fanny Kurniati selaku Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe memaparkan bahwa, “Sudah 10 tahun Bejo Jahe Merah turut serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Harapannya dengan uji klinik ini, Bejo Jahe Merah dapat berkontribusi lebih lagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia internasional.”

Penyerahan produk uji ke unit riset RSDC-19

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Fanny, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. juga mendukung jalannya penelitian.

“BRIN sangat mengapresiasi Bejo Jahe Merah atas inisiatif uji klinik ini. BRIN tentunya mendukung penuh uji klinik ini. Harapan kita bersama, Bejo Jahe Merah menjadi andalan masyarakat Indonesia kedepannya,” tambah Dr. Handoko selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

“Penelitian akan dilakukan pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan mulai tanggal 18 Februari 2022 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tentunya rencana penelitian sudah dimatangkan sesuai dengan aturan yang benar dan mendapatkan ethical clearance. Semoga penelitian dapat berjalan lancar. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat,” imbuh dr. Erlang Samoedro, Sp.P selaku Principal Investigator RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Dengan uji klinik ini, harapannya jahe merah sebagai herbal asli Indonesia dapat memberikan efek positif bagi kesembuhan pasien Covid-19. Dengan demikian, jahe merah dapat menjadi herbal pilihan keluarga Indonesia dan menjadi kebanggaan Indonesia di mata mancanegara.

Mari dukung dan doakan agar penelitian ini dapat berjalan lancar!
Jahe merah atau Zingiber officinale var. Rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih.

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dari jenis jahe lainnya dan sering dipakai sebagai bahan utama untuk pembuatan jamu. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan kandungan dari jahe merah bermanfaat sebagai anti radang, anti bakteri, dan anti nyeri.(*) 


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik