Pemerintah Jamin Harga Minyak Goreng Curah Terkendali dan Sesuai Standar


Pedagang tengah menata minyak curah yang dijual di pasar di Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). Pemerintah melarang peredaran minyak goreng curah ke pasar per tanggal 1 Januari 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) membatalkan larangan penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022 dengan berbagai alasan. Selain itu, peredaran produk pun dipastikan sesuai dengan standar mutu yang ada dengan harga terjangkau.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, pemerintah juga turut memperhatikan kebutuhan masyarakat kecil terhadap minyak goreng curah.

"Tapi pemerintah menjamin bahwa minyak goreng curah yang diedarkan itu sudah sesuai dengan standar mutu," tegas dia dalam sesi teleconference, Jumat (10/12/2021).

Oke tak menampik jika harga minyak goreng curah ke depan akan sangat elastis terhadap harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), dan itu bakal turut menggerek harga minyak goreng kemasan.

"Jadi sekarang kita utamakan dulu dalam rangka pemulihan ekonomi nasional ini supaya masyarakat juga tetap bisa memanfaatkan momentum (pemulihan ekonomi) yang sekarang sedang tumbuh dengan tetap menggunakan minyak goreng curah dengan harga tentunya kita harapkan bisa terkendali," tuturnya.

Pengendalian Harga

Pedagang tengah menata minyak curah yang dijual di pasar di Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga di komoditas minyak goreng. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara pengendalian harga, Oke menilai produk minyak goreng kemasan memang lebih mudah untuk dikontrol karena memiliki daya simpan lebih panjang daripada minyak goreng curah.

"Tetapi setelah kami perhatikan, minyak goreng curah juga dalam distribusinya ternyata cepat dikonsumsi, sehingga tidak menyebabkan itu kadaluarsa," ujar dia.

"Selama tidak ada intervensi dari pelaku-pelaku spekulan yang melakukan oplosan, menyebabkan menurunnya kualitas dari minyak goreng, bahkan ada kecenderungan tidak layak konsumsi," tandasnya.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik