Gejala tidak Biasa Covid Varian Omicron dan Cara Mengatasinya


Jakarta, Varian baru Covid-19 Omicron terus menyebar di berbagai negara. Varian virus yang pertama kali ditemukan di selatan Afrika itu memiliki gejala yang berbeda dari varian sebelumnya.

Angelique Coetzee adalah dokter pertama di Afrika Selatan (Afsel) yang melaporkan gejala varian Omicron. Menurut dia, gejala dari varian omicron tidak biasa, tapi gejalanya masuk kategori ringan.

Dia menjelaskan, para pasien Covid-19 ini datang dengan kondisi mengalami kelelahan hebat, bahkan ada seorang anak berusia enam tahun dengan denyut nadi yang sangat tinggi. Namun tidak ada satupun yang menderita kehilangan penciuman alias anosmia.

"Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya," kata Coetzee yang juga menjabat sebagai pimpinan di Asosiasi Medis Afsel seperti dikutip dari The Telegraph, Sabtu (4/12/2021).

Dia menjelaskan ada satu kasus yang menarik di mana seorang anak dengan usia sekitar enam tahun memiliki gejala suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi.

"Saya bertanya-tanya apakah saya harus menerimanya. Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik," tambahnya.

Ia mengatakan, secara total, sekitar 24 pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian Omicron. Mereka kebanyakan adalah pria sehat yang merasa sangat lelah, dengan setengah dari mereka tidak divaksinasi.

Menurut Coetzee, semua pasiennya dalam kondisi sehat. Namun dia khawatir jika varian baru ini menyerang kelompok lansia. Apalagi jika disertai penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau dengan tingkat keparahan lain.

Terpisah, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dr. Gunadi, SpBA, PhD mengatakan vaksin menjadi kunci di dalam mengatasi varian Omicron.

"Kasus di Afsel banyak terjadi pada pasien berusia 18-34 tahun dengan tingkat cakupan (coverage) vaksin rendah. Artinya vaksin ini sangat penting untuk menghadapi infeksi Covid-19," kata Gunadi seperti dilansir detik.com.

Menurut dia, jenis vaksin apapun bisa digunakan untuk meningkatkan perlindungan diri. Tentunya vaksin yang sudah mendapatkan izin edar dalam menjamin keamanan dan efektivitas.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik