Ternyata, Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Batu Ginjal


Manfaat kesehatan dari mengonsumsi kopi terus ditemukan. Salah satunya adalah khasiat yang disebut dapat mengurangi risiko terjadinya masalah pada ginjal.

Sebuah penelitan terbaru yang dimuat dalam jurnal National Kidney Foundation mengungkapkan tentang hal ini.
Disebutkan, kopi dapat membantu mencegah kondisi yang memperburuk ginjal pada 15 persen populasi yang dilaporkan.

Studi ini menganalisis data genetik dari hampir 572.000 peserta di Inggris dan Finlandia.
Riset ini dipimpin oleh Susanna C. Larsson, PhD dari the Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institute Stockholm, dan Shuai Yuan, BMed, MMedSc dari Uppsala University di Swedia.

"Temuan kami sangat menyarankan bahwa mengonsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi risiko pembentukan batu ginjal," kata Larsson.
"Misalnya, dengan minum satu atau 1,5 cangkir per hari bisa mengurangi risiko batu ginjal sebesar 40 persen," sambung dia.

Studi ini juga menunjukkan, lebih dari 500.000 orang mencari perawatan darurat untuk batu ginjal setiap tahun, yang berkontribusi pada statistik bahwa penyakit tersebut memengaruhi sekitar 15 persen dari populasi.

Ini bukan studi pertama yang menemukan hubungan antara minum kopi dan penurunan risiko batu ginjal.

Namun, para peneliti menyatakan, itu adalah yang pertama untuk melihat bagaimana genetika berperan dalam hubungan antara kopi dan batu ginjal.
Kepala petugas ilmiah untuk National Kidney Foundation, Kerry Willis, PhD mencatat bagaimana pendekatan itu membawa wawasan baru yang penting ke dalam topik ini.

"Penelitian ini memanfaatkan varian genetik yang terkait dengan konsumsi kopi dan kafein yang lebih tinggi, sehingga memperkuat bukti bahwa kopi dan kafein dapat mencegah batu ginjal," kata dia.

Pengaruh kopi terhadap pembentukan batu ginjal.
Para peneliti menawarkan beberapa alasan mengapa kopi dapat membantu mengurangi terjadinya batu ginjal.
Mereka mengungkapkan, kafein dapat meningkatkan aliran urin, yang merupakan faktor pelindung penting terhadap perkembangan batu ginjal.
Tetapi, sangat penting untuk dicatat bahwa konsumsi kafein ini juga harus disertai dengan asupan air putih yang cukup.

"Kafein dapat mengurangi adhesi kristal kalsium oksalat ke sel-sel ginjal. Tanaman kopi sendiri kaya akan asam sitrat atau sitrat urin yang dikenal sebagai penghambat pembentukan batu ginjal," ungkap para peneliti.

Willis menambahkan, informasi ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Mengingat, di Amerika Serikat prevalensi batu ginjal dan morbiditas terkait semakin meningkat.

Jadi, akan sangat bagus jika ini menjadi strategi pencegahan baru yang dapat diakses dan terjangkau.

Pemikiran kritis
Anggota dewan pakar kesehatan Eat This, Not That!, Howard Grossman, MD membagikan pemahaman praktis tentang peran genetik dalam penelitian kopi dan batu ginjal ini.

"Tampaknya ada polimorfisme genetik tertentu yang telah ditemukan untuk memprediksi jumlah orang yang mengonsumsi kopi," ungkap dia.
Dia mencatat, orang-orang itu juga tampaknya telah mengalami lebih sedikit batu ginjal.

"Untuk benar-benar membuktikan sebab-akibat, para peneliti harus mampu menunjukkan proses fisik dan kimia yang sebenarnya, di mana kopi dapat mencegah pembentukan batu ginjal," lanjut dia.
Para peneliti juga menyatakan, studi lebih lanjut tentang topik ini memang sangat diperlukan.

Jadi, sebelum melakukan perubahan pada pola makan kita dan mengonsumsi lebih banyak kopi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kesehatan lain.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik