Jusuf Kalla: Daftar Haji Usia 20 tahun, Naik Hajinya Setelah Berusia 60 tahun


JAKARTA, Jusuf Kalla berharap pelaksanaan ibadah haji dapat normal kembali setelah dua tahun sebelumnya susah karena pandemic Covid-19.
Jadi, kata JK, pada tahun 2022 mendatang para Jemaah haji asal Indonesia bisa kembali melaksanakan ibadah di tanah suci.

Meski begitu, kata Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) itu naik haji memang tidak mudah. Ia lantas menganalogikan soal waktu tunggu ibadah haji yang lama. Bisa sampai 20 hingga 40 tahun.

Selain itu, kebijakan di Arab Saudi juga berdampak pada jumlah kuota calon jemaah haji dari Indonesia yang masuk dalam daftar tunggu dengan lama rata-rata 30 tahun.

JK juga menyebut, kalau di Jawa, rata-rata 20 tahun menunggu. Akan tetapi, di Sulawesi sampai 40 tahun menunggu.
"Jadi, kalau mendaftar pada usia 20 tahun, naik hajinya setelah berusia 60 tahun," kata JK saat melantik Pengurus Pusat IPHI periode 2021—2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu sebagaimana dikutip dari Antara.

Animo Haji di Indonesia Tingggi
JK juga menjelaskan soal animo masyarakat yang tinggi. Setiap tahun sekitar 200.000 jiwa penduduk Indonesia menjadi pendaftar baru untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

"Ada empat syarat untuk naik haji, yakni keimanan, keuangan, kesehatan, dan terakhir kuota. Walaupun tiga syarat pertama terpenuhi tetapi kuotanya penuh, tetap tak bisa naik haji," kata pria yang pernah dua kali menjadi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia itu.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik