Harga Minyak Goreng Naik Terus, Kemendag Bongkar Biang Keroknya!

Foto: iStock

Jakarta, Kementerian Perdagangan buka suara terkait harga minyak goreng naik di beberapa daerah. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan faktor utama kenaikan harga minyak karena bahan baku yaitu crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang naik secara internasional.

"Faktor utamanya adalah harga bahan baku minyak goreng yaitu CPO yang harga internasionalnya meningkat. Hal ini disebabkan gangguan pasokan minyak nabati dunia yang turun," kata Oke kepada detikcom, Kamis (4/11/2021).

Dia mengatakan, pasokan minyak nabati dunia turun akibat gangguan produksi canola oil di Kanada dan Argentina karena kekeringan tahun lalu. Oke juga menuturkan, pasokan CPO dari Malaysia menurun.

Selain itu, beberapa faktor lainnya juga disebabkan karena krisis energi di beberapa negara dan biaya logistik yang kian tinggi. "Krisis energi di beberapa negara seperti India, China, dan Eropa sehingga mengalihkan ke BioEnergi. Biaya logistik yang tinggi akibat menurunnya frekuensi kapal internasional," ujarnya.

Sebagai respons dari kondisi tersebut, pemerintah berupaya untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dalam negeri dengan meminta pelaku usaha untuk tetap memproduksi dan memprioritaskan kontinuitas pasokan dalam negeri serta melakukan monitoring harga secara kontinu.

Kemendag mencatat stok minyak goreng saat ini ada 628,60 ribu ton dengan ketahanan 1,49 bulan. Tindak lanjut yang disampaikan dalam bahan paparan Oke menyebutkan pemerintah berencana menghentikan ekspor minyak sawit mentah (CPO) guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tanggal 13 Oktober 2021 di Lemhanas.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik