Data Orang Indonesia Mudah Dibobol, Ini Ciri-Ciri Password Lemah


Google bersama lembaga riset YouGov merilis penelitian mengenai kebiasaan orang Indonesia dalam menjaga kata sandi (password) mereka di internet yang cenderung mudah dibobol.
Riset ini melibatkan sekitar 13.870 pengguna internet di 11 negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang berusia 18 tahun ke atas.

Hasilnya, sekitar 2 dari 3 orang Indonesia pernah mengalami kebocoran data pribadi.
Selain itu, kebocoran data pribadi orang Indonesia biasanya dipicu oleh kombinasi password yang lemah alias mudah dibobol.

Mudah dibobol, baru diganti jika ketahuan bocor
Berdasarkan hasil riset tersebut, kebiasaan menggunakan password yang lemah biasanya disebabkan oleh sulitnya seorang pengguna mengingat password.

Sehingga, mereka memakai kombinasi password yang sederhana supaya mudah diingat.

"Sebanyak 40 persen responden kami (di Indonesia) mengaku takut lupa dengan sandi yang baru, dan 30 persen menggunakan sandi yang sama karena lebih praktis," ujar Manajer Pemasaran Produk Google Indonesia, Amanda Chan mengatakan kepada KompasTekno, Rabu (3/11/2021).

Yang mencengangkan, mayoritas pengguna yang memakai kata sandi yang tergolong lemah ini baru termotivasi untuk mengamankan kata sandi mereka jika ternyata mereka menjadi korban kebocoran data.

Hal ini tercermin dari 80 persen responden Google dan YouGov yang mengatakan bahwa mereka akan mengubah kata sandi jika ada kemungkinan bahwa data pribadi mereka telah dicuri.
Baca juga: 3 Kebiasaan Online yang Kurang Aman dan Berbahaya, Menurut Google
 
Dari survei Google dan YouGov, disebutkan sekitar 89 persen orang Indonesia termasuk dalam kriteria lemah.
Mereka mengaku membuat password yang mudah ditebak.

Pertanyaannya, seperti apa ciri-ciri password lemah?
Dikutip Kompas.com berdasarkan riset yang digelar Google tersebut, ada beberapa ciri password yang mudah ditebak.

1. Menggunakan tanggal dan nama-nama penting
Penggunaan tanggal penting dan nama ini berkaitan dengan informasi pribadi.
Misalnya tanggal penting seperti tanggal lahir, nama pacar atau pasangan, nama hewan peliharaan, bahkan kode pos sebagai password mereka.
 
2. Kombinasi sederhana angka dan simbol
Pengguna yang membuat password tanpa kombinasi angka dan simbol, misalnya hanya huruf atau angka saja, juga termasuk sebagai password yang lemah.
Pun ketika mereka tidak menggunakan kombinasi huruf kapital.

"Saat kita mengorbankan keamanan demi kemudahan dengan membuat sandi yang mudah ditebak, kita membuat informasi pribadi kita sangat tidak aman,” ujar Amanda.

Sekadar informasi, riset oleh Google ini dilakukan pada September 2021 dan baru dirilis awal November ini.
Pihak Google tidak mengungkap berapa porsi responden yang berasal dari Indonesia. Informasi lengkap mengenai riset tersebut bisa disimak melalui tautan berikut ini.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik