BMKG Sebut Delapan Daerah Jatim Siaga Dampak Banjir Bandang


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan sebanyak delapan daerah di Jawa Timur siaga dampak banjir bandang. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda alam.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto seperti dilansir dari Antara mengatakan, status siaga tersebut berdasar hasil prakiraan cuaca berbasis dampak yang dikeluarkan BMKG Jakarta. ”Delapan daerah itu, masing-masing Magetan, Ngawi, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Malang, dan Blitar,” kata Teguh Tri Susanto.

Dia mengatakan, prediksi tersebut berlaku pada 7 November pukul 07.00 WIB sampai dengan 8 November pukul 07.00 WIB. ”Potensi dampak hujan lebat untuk dampak banjir atau bandang dapat terjadi di wilayah Jawa Timur,” terang Teguh Tri Susanto.

Selain siaga, kata dia, juga ada beberapa daerah yang waspada. Yakni Magetan, Madiun, Nganjuk, Kota Surabaya, Gresik, Bangkalan, Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi. ”Detail informasi prakiraan berbasis dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link https://signature.bmkg.go.id ,” ujar Teguh Tri Susanto.

BMKG, menurut dia, membuka layanan informasi cuaca 24 jam, melalui http://www.bmkg.go.id, atau follow @infobmkg .

Dia menambahkan, pada saat peralihan musim kemarau ke musim hujan, masyarakat diminta untuk lebih waspada akan bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi. ”Tingginya curah hujan akan berpengaruh pada kemungkinan terjadinya bencana banjir, tanah longsor atau juga bencana hidrometeorologi lainnya,” ucap Teguh Tri Susanto.

Teguh Tri Susanto menjelaskan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di masing-masing kabupaten/kota untuk menyampaikan informasi terbaru kondisi cuaca. ”Termasuk kepada masyarakat bisa mengakses informasi terkait BMKG melalui berbagai kanal yang sudah disediakan,” tutur dia.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik