Atur Pola Makan Agar Mengurangi Gejala GERD Hindari Cemilan Sebelum Tidur


Makanan bagi penderita GERD tidak dapat dikonsumsi secara bebas. Mereka mempunyai batasan dalam makanan dan tidak dapat makan sembaranga.

Pengaturan pola makan menjadi hal yang harus dilakukan demi mengurangi gejala GERD .

GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan suatu kondisi naiknya asam lambung yang cukup parah dan berulang.

GERD bahkan bisa menyebabkan penderitanya muntah , mengalami masalah pernapasan, penyempitan esofagus, dan meningkatkan risiko kanker esofagus.

Pola makan harus berfokus dengan menghindari makanan yang cenderung memicu naiknya asam lambung .

Jenis makanan ini meliputi makanan yang mengandung asam tinggi dan makanan dengan kandungan lemak tinggi.

Pemilihan tepat mengenai makanan untuk penderita asam lambung naik akan membantu otot sphincter esofagus bekerja dengan lebih baik.

Bisa tetap menutup setelah penderitanya makan. Dengan demikian, gejala GERD bisa semakin berkurang.

Makanan berlemak tinggi akan menambah produksi asam jauh lebih banyak. Juga cenderung tertahan lebih lama di lambung, dan memicu otot di bagian bawah esofagus mulai rileks sampai terjadi refluks asam lambung .

Menjauhi makanan - makanan tersebut bisa tetap dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya serangan GERD .

Selain itu, atur pola makan dengan memerhatikan waktu makan, terutama malam hari.

Santapan makan malam sebaiknya dilakukan setidaknya dua sampai tiga jam sebelum jam tidur.

Tetap hindari cemilan sesaat sebelum tidur. Serta posisikan anda dalam keadaan duduk tegak sesudah makan malam.

Hal ini bertujuan makanan akan lebih cepat turun dari lambung dan dicerna lebih sempurna dan mengurangi risiko produksi asam lambung berlebihan.

Demikian juga dengan risiko asam lambung dan sisa makanan di lambung yang kembali ke esofagus saat penderita berbaring untuk tidur.

Selain itu, atur porsi makan untuk penderita asam lambung . Makan dalam porsi besar akan memicu produksi lebih banyak asam lambung , makanan lebih lama dicerna, dan menimbulkan tekanan pada bagian bawah esofagus.

Akibatnya, cenderung terjadi refluks. Akan lebih baik bila penderita makan dalam porsi kecil, namun frekuensi makannya lebih sering.

Hal yang kecil yang kita lakukan namun akan berdampak sangat besar bagi Anda terutama penderita GERD .

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik