Umur Matahari Menipis, Bagaimana Nasib Manusia dan Bumi?


Jakarta, CNBC Indonesia - Berdasarkan pengamatannya, Matahari diperkirakan berusia 4,6 miliar tahun. Matahari kemungkinan masih akan hidup selama 10 miliar tahun.

Namun dalam perjalanannya, akan banyak perubahan pada Matahari. Misalnya dalam 5 miliar tahun benda langit itu akan berubah menjadi raksasa merah dengan inti menyusut namun bagian luar membesar hingga ke Mars.

Dengan begitu Bumi akan ditelan dalam prosesnya. Namun ada kemungkinan kehidupan Bumi sudah tidak ada, sebab diprediksi kehidupan manusia tersisa 1 miliar tahun.

Dalam sebuah penelitian, Matahari diperkirakan akan menjadi planet nebula yakni berbentuk gelembung gas dan debu yang bercahaya. Ini disebutkan oleh salah satu penulis makalah penelitian mengenai akhir hidup Matahari dari Universitas Manchester dan astrofisikawan, Albert Zijlstra.

"Ketika sebuah bintang mati, akan mengeluarkan gas dan debu dikenal sebagai selubung ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah dari masa bintang. Ini akan mengungkapkan inti bintang yang pada titik ini masih berjalan, kehabisan bahan bakar, lalu mati," ungkapnya dikutip Science Alert, Senin (4/10/2021).

Menurutnya, inti panas Matahari membuat selubung dan bersinar dalam 10 ribu. Periode inilah yang membuat nebula menjadi terlihat.

Sementara itu laman Futurism membuat prediksi kehidupan Bumi saat Matahari mati. Manusia kemungkinan baru sadar bintang besar itu sudah tidak 8,5 menit kemudian dan saat itu Matahari sudah benar-benar menghilang.

Bumi disebut akan melakukan perjalanan antar bintang dengan kecepatan 18 mil per detik. Peristiwa itu juga akan berdampak pada benda langit yang memantulkan cahaya Matahari seperti Bulan dan seluruh planet di tata surya yang akan berubah menjadi gelap.

Suhu di Bumi juga akan berubah, misalnya pada minggu pertama turun di bawah 0 derajat. Berikutnya menjadi -100 derajat di tahun pertama dan stabil di level -240 derajat dalam waktu beberapa juta tahun.

Namun saat itu panas bumi masih bekerja. Manusia yang bertahan juga akan melakukan migrasi ke dekat panas Bumi untuk bisa hidup.

Selain itu proses Fotosintesis juga terhenti dan tanaman musnah. sebagian besar spesies juga akan musnah setelah Matahari mati.


CNBCindonesia.com