Tak Hanya Senegal, Tiga Negara Ini Juga Tertarik Motor Listrik Buatan Indonesia


JAKARTA, Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) M Samyarto mengungkapkan ada beberapa negara yang tertarik dengan motor listrik Gesits buatan Indonesia.

Menurutnya, negara yang tertarik dengan motor listrik Gesits saat ini yaitu Mesir, Aljazair, dan juga Australia.
"Permintaan motor listrik Gesits itu ada dari Mesir dan Aljazair. Kemudian Australia juga kita sudah ada komunikasi," kata Samyarto di Pabrik Motor Listrik Gesits, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).

Samyarto menjelaskan perusahaannya akan mengkaji lebih jauh terutama dari sisi risk (risiko) terkait permintaan ekspor motor listrik Gesits.
"Permintaan itu masih kita kaji secara risk-nya, tentu kami tidak akan memasuki semua negara. Jadi memang ada permintaan dari negara-negara tetapi tetap kita yang akan pilih nantinya, mau ekpsor ke mana," ujarnya.

Namun, untuk tahun ini motor listrik Gesits masih akan fokus pada pasar lokal. Terlebih distribusi motor listrik ini juga belum menyeluruh ke berbagai wilayah di Indonesia.
Meski demikian, Samyarto menyebut tahun ini perusahannya telah melakukan ekspor perdana ke Senegal sejumlah 32 unit motor listrik Gesits dari total permintaan 200 unit.

"Senegal itu mintanya 200 unit. Tapi kita baru kirim 32 unit. Karena kita akan coba juga di sana, karena di Senegal itu sistemnya juga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), karenanya kita akan kirim orang ke sana untuk assembly (perakitan) juga," ucap dia.

Untuk diketahui, WIMA merupakan anak usaha dari PT Wika Industri dan konstruksi (WIKON) atau cucu usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang kini gencar memproduksi motor listrik merek Gesits.

Pabrik motor listrik Gesits berada di Kawasan Industri WIKA (KIW) yang berlokasi di Jalan Raya Narogong KM 26 Cileungsi Jawa Barat.
Seluruh rangkaian perakitan motor listrik Gesits diproduksi di pabrik tersebut. Dengan kata lain, motor tersebut merupakan produk lokal kebanggaan Indonesia.

"Kami pastikan bahwa full assembly (perakitannya) di sini dari tahun 2018. Jadi kalau ada rumor yang bilang motor Gesits itu diimpor dari China kemudian dibawa ke sini dan tinggal ganti merek itu keliru," tegas Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya.

Pabrik motor Gesits mampu memproduksi kapasitas maksimal sebanyak 200 unit per hari. Hanya, saat ini produksinya disesuaikan dengan permintaan pasar atau rata-rata 60 unit per hari.

Selain perakitan, hampir semua part atau bagian dari motor Gesits juga diproduksi di lokasi yang sama.
Hal itu meliputi perakitan, pengecatan, pembuatan body motor, dan battery repacking.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik