Pendiri PayPal Ingatkan Bahaya Kecerdasan Buatan Bagi Manusia

Foto: AP/J. Scott Applewhite

Jakarta, Pendiri PayPal dan miliuner teknologi Peter Thiel menyuarakan keyakinannya akan bahaya dari penggunaan artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk pengawasan perilaku manusia ketimbang penggunaan kecerdasan buatan untuk umum.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah acara di Miami pada Rabu lalu (21/10/2021). Ia menyebut penggunaan kecerdasan buatan untuk pengawasan sebagai "teknologi totaliter komunis".

"Mereka yang khawatir tentang Artificial General Intelligence tidak memperhatikan hal-hal yang penting. Pemerintah akan menggunakan teknologi pengenalan wajah bertenaga artificial intelligence untuk mengendalikan orang," ujarnya seperti dikutip dari CNBC International, Senin (25/10/2021).

Komentar ini muncul tiga tahun setelah Bloomberg melaporkan bahwa Palantir tahu segalanya tentang Anda. Palantir adalah startup artificial intelligen yang mengembangkan teknologi data trawl yang digunakan badan intelijen dan pemerintah untuk pengawasan, dan untuk menemukan pola mencurigakan di database publik dan swasta. Pelanggannya dilaporkan CIA, FBI, dan Angkatan Darat AS.

Artificial intelligence merupakan simulasi dari kecerdasan yang dimiliki manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti manusia. Untuk menjalankan dibutuhkan data aktivitas manusia.

Salah satu bentuk penggunaan artificial intelligence dalam kehidupan sehari-hari adalah virtual assistant milik Google atau Siri dari Apple.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik