Maaf, Ternyata Merek Mobil Ini Kurang Laku di Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha otomotif yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tetap optimistis target penjualan mobil tahun ini sebesar 750.000 unit bisa tercapai.

Sebelumnya sempat ada kekhawatiran ketika penjualan mobil sempat merosot pada Juli menjadi 66.000 unit karena adanya PPKM Darurat selama hampir sebulan penuh.

"Indikasi ke sana [capai target] kita punya 4 bulan lagi, tapi perlu dicatat Desember nggak penuh bulan karena liburan. Tapi bisa tercapai," kata Sekjen Gaikindo Kukuh Kumara kepada CNBC Indonesia.

Salah satu optimisme itu muncul lantaran hingga bulan Agustus lalu penjualan mobil mencapai 543.424 unit.

Dengan waktu tersisa tinggal 4 bulan dan masih membutuhkan sekitar 207.000 penjualan lagi, pengusaha meyakini bukan tidak mungkin untuk tercapai. Apalagi jika melihat tren di bulan Agustus lalu penjualan mencapai 83.319 unit dalam satu bulan.

Sepanjang 2021 ini, bisa dikatakan bahwa penjualan mobil tertinggi dicatatkan pada Agustus lalu sebanyak 83.319 unit, meroket 123,5% year-to-year (yoy), bandingkan penjualan periode Januari-Agustus tahun lalu hanya naik 68,19% yoy.

Total penjualan mobil yang diberi insentif pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) adalah 34.059 unit,nNaik 119% yoy dengan rata-rata pertumbuhan tiap model mencapai 628,7% yoy.

Kurang Laku

Di sisi lain, saat penjualan yang meningkat signifikan, ada segelintir model mobil yang kurang laris laku walaupun sudah diberikan insentif PPnBM 0% dari pemerintah.

Berikut daftar mobil yang minim peminat walaupun mendapatkan insentif PPnBM 100%, dirangkum Tim Riset CNBC Indonesia.

1. Nissan Livina

Nissan Livina jadi model mobil yang paling nelangsa penjualannya di bulan Agustus 2021. Padahal Livina masuk dalam daftar mobil yang menerima insentif PPnBM 100%.

Penjualan Nissan Livina pada Agustus 2021 tercatat. 275 unit, turun 95,7% dibanding penjualan Agustus 2020 sebanyak 6.338 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021 turun 89,7% dibanding periode yang sama tahun 2020.

Tipe VE dan VL yang jadi primadona penjualannya tergerus 97% dan 93% dibanding penjualan Agustus 2020.

2. Honda Brio RS

Mobil yang di gadang-gadang akan merajai segmen anak muda malah melempem penjualannya pada Agustus 2021. Tampaknya diskon PPnBM 100% masih belum mampu mengangkat penjualan Brio.

Penjualan Honda Brio RS pada bulan Agustus 2021 tercatat. 888 unit, turun 1,6% dibanding penjualan Agustus 2020 yaitu 902 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021, turun 0,4% dibanding periode yang sama tahun 2020.

3. Daihatsu Terios

Daihatsu Terios tidak mengalami penurunan penjualan. Tapi pertumbuhannya tertinggal dibanding mobil lain yang bisa mencatat pertumbuhan ratusan hingga ribuan persen. Apalagi Terios meluncurkan tipe baru yaitu Terios IDS yang ternyata belum mampu mendongkrak penjualan Terios secara signifikan.

Penjualan Daihatsu Terios pada Agustus 2021 tercatat. 1.276 unit, naik 7,2% dibanding penjualan Agustus 2020 yaitu 1.190 unit. Sementara penjualan akumulatif dari Januari-Agustus 2021 turun 7,6% dibanding periode yang sama tahun 2020.

Jika tipe Terios IDS tidak dihitung, penjualan Terios pada Agustus 2021 anjlok 29% yoy. Penjualan dari tipe X, R, dan custom pada Agustus 2021 tercatat 919 unit. Sedangkan untuk Agustus 2020 tercatat 1190 unit.

Ada banyak faktor yang membuat pertumbuhan mobil mandek. Salah satunya adalah ketatnya persaingan mobil dan saling berebut pasar.

Selain itu selera konsumen juga jadi faktor pertumbuhan penjualan. Maka wajar saja produsen rajin mengeluarkan tipe baru yang menyesuaikan selera pasar.


CNBCindonesia.com