Duh! Ada Tetangga Tak Senang Ri Jadi Produsen Baterai EV


Jakarta, Melimpahnya bahan baku tembaga, menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi untuk produksi komponen utama kendaraan listrik seperti mesin, baterai, kabel, dan juga stasiun pengisian daya kendaraan listrik.
Tapi sayangnya hal tersebut menimbulkan rasa iri hati bagi negara tetangga.

Demikianlah disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara dalam Webinar dengan tema Optimisme Pemulihan Ekonomi 2022 secara virtual, Rabu (29/9/2021).

"Negara lain, negara tetangga gak ingin Indonesia menjadi produsen bangun baterai mobil. Ini mereka pengen kita kirim bahan baku terus," ujarnya.

Akan tetapi, Bahlil meyakini pemerintah tidak akan tergoda untuk mewujudkan keinginan negara tetangga tersebut. Rasanya cukup selama ini Indonesia cuma menjual komoditas mentah ke negara lain.
"Akal-akalan begini kita sudah duluan. Kementerian Lembaga (KL) sekarang kompak," ujarnya.

Bahlil menceritakan, tipikal pengusaha yang dianggap hebat zaman dahulu adalah bisa mensiasati aturan dan menaklukan pejabat. Sedangkan pemerintah sekarang banyak mantan pengusaha dan paham akan siasat pengusaha nakal tesebut.
"Beberapa menteri ini sudah jago semua, jadi gak mempan," terang Bahlil.

Sejauh ini sudah ada Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal China dan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution asal Korea Selatan. Ada beberapa perusahaan Eropa dan Asia Tenggara juga berminat untuk masuk.

Bahlil menyampaikan, situasi ini merupakan peluang besar bagi perbankan meraup keuntungan. Sebab perusahaan asing pasti akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan nasional dan daerah yang membutuhkan pendanaan.
"Ini butuh modal besar, mana ada orang gak mau kalau kita kasih tax holiday 15-20 tahun. Barang modal gratis. IRR itu bisa 11-12%," terangnya.

Mantan Ketua HIPMI tersebut juga berharap perbankan menyampaikan kepada investor bahwa perizinan usaha di Indonesia sudah berubah. Sehingga terlibat dalam investasi akan mendulang keuntungan yang besar.

Kini investasi hanya masuk melalui satu sistem bernama Online Single Submission (OSS) yang akan memberikan kepastian, transparansi, kecepatan dan efisien. "Kami semaksimal mungkin biar gak ada gerakan tambahan saat perizinan," tegas Bahlil.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik