Bioavtur Sawit Jadi Bahan Bakar Pesawat Terbang, Lebih Murah?


Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan pemerintah siap mendorong dan mendukung percepatan substitusi minyak sawit menjadi bioavtur.

Sebelumnya pemerintah berhasil melakukan uji terbang pesawat milik PT Dirgantara Indonesia dengan menggunakan avtur. Meski demikan apakah itu adalah merupakan subsitusi yang ekonomis dan lebih murah ?

"Sekarang kita itu tak harus langsung tanya nanti ekonomis enggak? Sekarang teknisnya dulu giliran nanti ekonomis atau tidak yang penting saat ini prosesnya terlebih dahulu. Produksinya bisa atau tidak,"

Tak hanya itu kemudian bagaimana saat ini pihak Pemerintah mendorong produknya bisa masuk atau tidak kepada spesifikasi.

"Kan kita sudah ada standarisasinya untuk bioavtur, jadi ini secara bertahap kita sedang melihat dan menyaksikan, membuktikan bahwa proses penggunaan energi terbaru bio avtur diproduksi oleh pertamina dikembangkan oleh ITB dan pertamina dan didukung pihak lain kita buktikan dengan dukungan berbagai pihak lain," tambahnya.

Meski demikian ia menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi langkah pemerintah menjadikan mind stone untuk mengembangkan energi baru nabati.

"Pada saat uji coba, pak Menteri hadir bahwa disampaikan oleh pilot bagaimana testimoninya kita punya data empirisnya. Untuk pemanfatan sampai 2,4 persen ini tidak berbeda dengan yang sekarang dengan avtur yang secara umum jadi secara kinerja ini sama 2,4 %," ungkapnya.

Meski demikan, dirinya menyebut pihak Pemerintah akan menggunakan standar pesawat yang dipastikan hasilnya sesuai dengan standar yang ada.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik