Startup bidang logistik potensi garap sektor perikanan


Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong startup yang memiliki solusi logistik menggarap sektor perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak anak muda atau generasi milenial untuk ikut berperan dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat bertemu sejumlah pelaku usaha rintisan (startup) di bidang logistik, Jumat (3/9).

Pelaku usaha rintisan yang hadir adalah Direktur Utama Fishlog Bayu Anggara, CEO Minapoli Rully Setya Purnama. Hadir juga sejumlah jajaran eselon I lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kita sediakan ruang untuk maju. Startup berarti masih butuh berkembang dan peran logistik sangat penting. Bagaimana misalnya mobilitas barang komoditas perikanan bisa dikemas dengan baik sehingga mutunya tetap terjaga agar kualitasnya baik sampai tujuan," ujarnya.

Proses distribusi memiliki peran besar dalam sektor kelautan dan perikanan Indonesia untuk memastikan produk perikanan dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Distribusi juga memiliki tantangan tersendiri, sebab selain waktu pengiriman yang harus sesuai jadwal, kualitas produk yang dikirim juga harus terjaga agar daya saing di pasar tidak menurun.

Dijelaskan, besarnya peran distribusi logistik saat kebijakan penangkapan ikan terukur nantinya diimplementasikan. Sebab pendaratan ikan tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, tapi di pelabuhan-pelabuhan di sekitar area penangkapan.

"Jadi kalau ikannya ditangkap disana, didaratkan disana, dan ekonominya berputar disana. Tapi bukan berarti daerah Jawa tidak bisa membeli. Nah disanalah dibutuhkan peran logistik," ungkapnya.

Dia menilai peluang berkembangnya usaha di bidang logistik atau distribusi hasil perikanan sangat besar saat kebijakan penangkapan terukur nantinya resmi menjadi acuan KKP dalam mengelola subsektor perikanan tangkap.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik