Prediksi Gubernur Bank: Bitcoin Cepat Atau Lambat Kolaps


Swedia, Tidak semua yakin akan masa depan Bitcoin. Salah satunya adalah Gubernur Bank Sentral Swedia Riksbank. Dia meragukan bahwa mata uang kripto paling diminati itu akan bertahan nilainya di masa depan.

Stefan Ingves selaku Gubernur Riksbank meragukan nilai Bitcoin akan terus stabil jika tidak didukung secara luas oleh pemerintah. "Uang privat itu biasanya kolaps cepat atau lambat," katanya seperti dikutip detikINET dari Market Watch, Senin (13/9/2021).

Ia juga memprediksi regulasi pada mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ether bakal makin ketat seiring naiknya popularitasnya. Pernyataan yang meragukan masa depan Bitcoin juga datang dari Gubernur Bank of Mexico, Alejandro Diaz de Leon.

Menurut dia, Bitcoin lebih baik ditujukan sebagai alat untuk barter ketimbang pembayaran karena nilainya kerap naik turun secara drastis. "Kami yakin mata uang ini lebih untuk barter, menukar barang dengan barang, tidak benar-benar uang untuk ditukar dengan barang," katanya.

Memang ada negara sudah resmi mendukung Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah yaitu El Salvador. Namun penerapannya tidak mulus dan malah membuat harga Bitcoin sempat turun.

"Headline dari regulator Uni Eropa yang makin dekat mengimplementasikan regulasi baru pada mata uang kripto, aturan baru anti pencucian uang dan kewajiban melaporkan pajak menambah tekanan. Investor takut aturan dan regulasi ketat bisa membatasi adopsi kripto," kata Wael Makarem, pengamat dari Exness.

Namun demikian tentu ramalan atau prediksi itu belum tentu benar. Seperti diberitakan, banyak orang berpengaruh meyakini Bitcoin dan mata uang kripto lain adalah masa depan sistem keuangan.

Apalagi ada negara lain yang juga akan melegalkan Bitcoin. Diberitakan bahwa Ukraina menjadi negara selanjutnya yang melegalkan mata uang kripto Bitcoin Cs. Parlemen Ukraina baru saja meneken UU Aset Virtual yang di dalamnya memiliki pengaturan soal legalisasi aset kripto.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik