Lirik Sektor Pertanian, BPR Jatim Targetkan Realisasi Kredit Rp2,2 Triliun


PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (Jatim) atau Bank UMKM Jatim menargetkan realisasi pengucuran kredit bisa mencapai Rp2,2 triliun. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi kucuran kredit tahun lalu yang mencapa Rp1,9 triliun, di mana satu strateginya adalah dengan merambah sektor pertanian.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu Maharani, mengatakan, guna mencapai target tersebut, pihaknya akan menggenjot kredit di sektor pertanian. Pasalnya, sektor ini tidak begitu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19, terutama terkait kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Kita fokus ke pertanian. Dari dulu visi kita adalah sektor pertanian dan terbiasa menangani kredit untuk petani-petani kecil," katanya, Sabtu (18/9/2021).

Dia menambahkan, saat ini komposisi kredit pertanian di Bank UMKM cukup besar, yakni mencapai 30 persen dari total realisasi kredit, hingga Agustus 2021, total realisasi kredit bank milik Pemprov Jatim itu mencapai Rp2,1 triliun. Dari jumlah itu, kredit yang mengucur ke sektor pertanian di kisaran Rp700 miliar.

"Ada banyak komoditas pertanian yang kita biaya. Seperti jagung, padi. Ada juga komoditas perkebunan seperti kopi, cokelat dan palawija. Bahkan petani porang juga kita biayai," terang Yudhi.

Lebih jauh Yudhi mengatakan, saat ini jumlah debitur Bank UMKM Jatim mencapai 50.000 nasabah yang terbesar di seluruh Jatim. Dari jumlah debitur tersebut, yang wilayah barat Jatim banyak bergerak di sektor pertanian. Sedangkan yang wilayah tengah bergerak di sektor perkebunan.

"Untuk sektor perdagangan, banyak tersebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang dan Gresik," tandasnya.

Sektor perdagangan, kata dia, saat ini kurang menjadi fokus pembiayaan. Pasalnya, sektor ini cukup terdampak adanya pandemi. Kebijakan pembatasan, mengakibatkan kinerja sektor ini melemah. Hal ini juga untuk meminimalisir terjadinya kredit macet. Hingga saat ini, risiko kredit macet di Bank UMKM Jatim cukup rendah, yakni dibawah 2 persen.

"Kinerja penyaluran kredit terus kita tingkatkan dengan memaksimalkan 111 kantor kas kami yang tersebar di seluruh Jatim," pungkasnya.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik