Lahir di Era Digital, Ini Perbedaan Kebiasaan Gen Z dan Milenial Saat Terkoneksi Secara Digital

Ilustrasi Gen Z
Dok. Oppo Indonesia

Generasi Z atau Gen Z dan milenial ternyata memiliki perbedaan yang cukup mencolok saat terkoneksi secara digital.

Meski sama-sama menggunakan smartphone untuk menunjang aktivitas sehari-hari, dua generasi tersebut ternyata memiliki perilaku yang cukup berbeda dalam berinternet.
Hal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Gen Z yang juga disebut zoomer merupakan generasi yang lahir dan dibesarkan antara 1997 hingga 2012.

Pada periode tersebut, teknologi internet dan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Salah satu ciri yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi Gen Z adalah ketergantungan terhadap smartphone.

Sementara, generasi milenial tergolong sebagai kelompok digital immigrant.
Melansir The Sun Daily, Selasa (26/1/2021), Director of Market Development for SEA, Snap Inc. (Snapchat) Anubhav Nayyar mengatakan, digital immigrant merupakan generasi yang lahir sebelum teknologi diadopsi secara massal. Kelompok ini adalah orang-orang yang berada pada transisi kemajuan teknologi tersebut.

Hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan perilaku antara milenial dan Gen Z dalam mengakses ranah digital. Berikut penjelasannya.

Gen Z versus milenial
Menurut hasil survei yang dipublikasikan YPulse pada 2019, Gen Z lebih banyak menggunakan smartphone untuk mengakses hiburan ketimbang kalangan milenial.

Data survei tersebut mengungkap bahwa sebanyak 78 persen Gen Z mendengarkan musik melalui ponsel pintar, sedangkan milenial hanya 59 persen. Begitu pula dengan streaming video. Sebanyak 75 persen Gen Z menggunakan smartphone untuk melihat video. Sementara, hanya 54 persen milenial melakukan hal yang sama.
Soal kebiasaan memainkan game online, Gen Z juga mengungguli generasi milenial dengan rincian masing-masing 63 persen dan 44 persen.

Sementara itu, kecenderungan Gen Z menggunakan ponsel pintar untuk menonton film serta acara televisi (TV) sebesar 46 persen, sedangkan milenial hanya 26 persen.

Bahkan, saat tidak menggunakan smartphone sebagai media hiburan, Gen Z cenderung menjadikan ponsel mereka sebagai perangkat kedua sambil menggunakan perangkat lain, seperti TV.

Di sisi lain, Gen Z juga lebih intensif melakukan beberapa hal terkait produksi konten, seperti mengambil gambar, edit video, serta mengirim gambar dan video.

Tak heran Gen Z memakai ponselnya untuk aktivitas fotografi. Sebanyak 56 persen Gen Z memotret obyek menggunakan smartphone. Sedangkan dari responden milenial, hanya 36 persen yang melakukan itu.

Demikian pula dalam merekam video. Sebanyak 29 persen Gen Z menggunakan ponsel pintar untuk mengabadikan momen penting. Sementara, milenial hanya 16 persen.

Sama halnya dengan mengirim video ataupun foto, persentase milenial berkirim video dan menggunakan smartphone sebanyak 45 persen, sedangkan Gen Z tetap lebih tinggi, yaitu 51 persen.

Aktivitas berikutnya yang lumrah dilakukan Gen Z dan milenial adalah editing konten. Meskipun persentasenya tidak tinggi, aktivitas ini tetap diungguli oleh Gen Z.

Sebanyak 22 persen Gen Z mengandalkan smartphone untuk mengedit foto, sedangkan milenial hanya 17 persen. Dalam urusan edit video, Gen Z berada pada angka 16 persen dan milenial 13 persen.

Kesamaan dalam memilih smartphone
Meski punya perbedaan, kedua generasi tersebut juga punya kesamaan dalam hal memilih smartphone. Sebagai generasi kreatif, keduanya menjadikan desain, warna, keandalan hardware, dan kemampuan multimedia sebagai kriteria dalam memilih telepon pintar.

Selain digunakan untuk menunjang aktivitas yang serbadigital, bagi Gen Z dan milenial, smartphone juga menjadi salah satu fashion item. Karena itu, smartphone biasanya disesuaikan dengan selera sekaligus ditunjang dengan warna yang fashionable dan desain stylish untuk menunjang status sosial.

Di samping itu, kualitas hardware yang mumpuni serta fitur canggih juga jadi prioritas pertimbangan mereka. Mulai dari central processing unit (CPU), random access memory (RAM), hingga fitur kamera dan multimedia akan dicari yang relevan dengan kebutuhan.

Tak kalah penting, teknologi teranyar juga jadi hal yang ditunggu-tunggu, baik oleh Gen Z maupun milenial. Kali ini, pengalaman menggunakan jaringan 5G tengah dinanti oleh mereka.

Mereka berharap, teknologi generasi kelima yang menjanjikan kecepatan hingga 10 gigabite per second (Gbps) itu segera dibenamkan pada produk-produk smartphone. Dengan begitu, pengalaman beraktivitas daring jadi lebih optimal.
Karenanya, banyak Gen Z dan milenial yang antusias begitu smartphone berteknologi tinggi dan telah mengakomodasi jaringan 5G seperti Oppo Reno6 Series 5G hadir.

Salah satu smartphone dengan teknologi 5G yang sudah hadir di Indonesia adalah Oppo Reno6 Series 5G. Smartphone yang satu ini diklaim dapat memenuhi kriteria ponsel yang dibutuhkan oleh Gen Z dan milenial di Tanah Air.

Chief Creative Officer Oppo Indonesia Patrick Owen mengatakan, sebagai brand dengan filosofi human centric, Oppo menyadari betul kebutuhan penggunanya. Pihaknya juga turut menyasar Gen Z yang memiliki kebutuhan untuk selalu terhubung secara digital.

“Mulai dari membagikan hasil karya melalui media sosial, menjual ide kreatif, atau sekadar update aktivitas sosial, generasi Z menyadari pentingnya selalu terkoneksi,” ujar Patrick menurut keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Kehadiran produk Oppo yang sudah menggunakan jaringan 5G akan memudahkan Gen Z untuk mengembangkan potensi serta terhubung di ranah digital secara cepat dan minim delay.

Sebagai informasi, Oppo Reno6 Series 5G telah dibekali sistem antarmuka teranyar milik Oppo, yaitu ColorOS 11. Sistem ini mampu menghadirkan pengalaman efisien dan nyaman bagi pengguna.
Dengan teknologi ekspansi RAM, Oppo juga memberikan kemudahan yang memungkinkan ponsel menggunakan memori ROM yang tidak digunakan pada saat membutuhkan tambahan memori untuk RAM.

Untuk Oppo Reno6 5G berkapasitas RAM 8 GB, RAM dapat ditambah hingga 2 GB, 3 GB. Sementara, atau 5 GB melalui memori ROM. Sementara, untuk Oppo Reno6 Pro 5G dengan RAM 12 GB. RAM dapat ditambah hingga 3 GB, 5 GB atau 7 GB.

Di samping itu, Oppo Reno6 Series 5G menawarkan pengoperasian yang mudah bagi Gen Z melalui fitur Freeform Screenshot. Fitur ini memungkinkan pengguna menangkap layar dalam bentuk apa pun.

Fungsi tersebut juga dapat langsung terkoneksi dengan Google Lens. Dengan begitu, hasil tangkapan layar dapat diterjemahkan pada lebih dari 100 bahasa berbeda.
Patrick menambahkan, Oppo Reno6 Pro 5G menawarkan sejumlah aplikasi dan fungsi lain yang memastikan kelancaran kinerja ponsel serta membantu meningkatkan efisiensi pengguna pada hampir semua situasi.

“Tidak ada yang lebih memudahkan dari screenshot layar dan langsung dapat diterjemahkan ke bahasa yang berbeda. Bagi Gen Z yang bekerja sebagai content creator, copy writer, script writer dari rumah produksi, fitur ini akan sangat membantu,” tambah Patrick.
Selain itu, Oppo Reno6 Series 5G juga memiliki fitur yang mendukung aktivitas game berkat fitur Linear motor dan 4D Vibration. Dengan kedua fitur ini, aktivitas gaming jadi lebih presisi.

Bahkan, vibrasi yang dihadirkan mampu membuat pengguna layaknya bermain di dunia nyata.

Untuk teknologi tersebut, Oppo Reno6 5G dibenami Z-axis Linear motor dan 4D Vibration.
Sementara, Oppo Reno5 Pro 5G memiliki X-axis Linear motor dan 4D Vibration.
Fitur tambahan tersebut melengkapi Quick Startup dan Game Focus Mode yang sudah ada.

Tak kalah menarik, Oppo Reno6 5G dilengkapi kapasitas baterai 4.300 mAh 65W SuperVOOC 2.0 sehingga mampu mengisi daya hingga 100 persen hanya dalam 28 menit. Sementara, Oppo Reno6 Pro 5G dengan baterai 4.500 mAh 65W SuperVOOC 2.0 dapat mengisi daya penuh dalam 31 menit.
Dengan begitu, Gen Z tak lagi khawatir kehabisan daya smartphone saat tengah asyik gaming.

Sebagai tambahan, Oppo melengkapi fitur O Relax pada perangkat Oppo Reno6 Series 5G. O Relax adalah build-in app yang menyediakan musik dan mini-game yang terkurasi untuk mengurangi stres dari aktivitas online sehari-hari.

"Bagi Oppo, human centric adalah hal penting. Sebab itu, kami memastikan pengguna memiliki pengalaman lebih yang menyenangkan bersama Oppo Reno6 Series 5G," terang Patrick.

Oppo Reno6 5G dibanderol Rp 7.999.000, sedangkan Oppo Reno6 Pro 5G Rp 10.999.000. Setiap pembelian Oppo Reno6 5G, kamu akan mendapatkan portrait lighting protective case dengan harga khusus, yaitu Rp 399.000 (bundling price) dari harga normal Rp 499.000.
Benefit tersebut hanya bisa didapatkan jika pembelian dilakukan melalui e-commerce, seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, JD.id, Akulaku, dan Oppo Store.

Kemudian, ada pula program bunga 0 persen dan bebas biaya administrasi dengan bunga rendah dari Home Credit. Program bunga 0 persen dan bunga rendah juga tersedia pada layanan Kredit Plus, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Adapun member AEON juga berkesempatan mendapatkan peluang down payment (DP) 0 persen dengan tenor cicilan hingga 24 bulan dan bebas biaya administrasi. Tak hanya itu, ada cashback hingga Rp 200.000, bebas administrasi diskon DP hingga Rp 200.000, dan gratis satu bulan cicilan jika menggunakan Payku.

Promo menarik lainnya adalah Lifestyle Upgrade Trade In. Kamu bisa mendapatkan potongan harga hingga Rp 525.000 untuk Reno6 5G dan hingga Rp 675.000 untuk Reno6 Pro 5G dengan syarat dan ketentuan berlaku menggunakan Laku6 atau Trade in Plus.

Selain itu, bagi kamu pengguna aplikasi MyOppo juga bisa mendapatkan point reward, yaitu MyOPPO Double Bind Phone Rewards.

Pertama, 3.500 points x2 bagi pengguna Reno6 5G user dan gratis layanan JOOX VIP untuk 1 bulan. Kedua, 5.500 points x2 bagi pengguna Reno6 Pro 5G user dan gratis layanan JOOX VIP untuk 1 bulan.

Oppo Reno6 Series 5G tersebut tersedia di Oppo Gallery, Oppo Store, gerai partner smartphone yang menjual Oppo, dan e-commerce terkemuka, termasuk Akulaku, Blibli, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia.
 


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik