Jokowi Bertemu Mendag Luar Negeri UEA Bahas Perdagangan Kedua Negara


Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menerima kedatangan Menteri Perdagangan Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Kunjungan itu guna meningkatkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan perdagangan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Kunjungan ini memberikan nilai strategis dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/9).

Retno menyebut, kehadiran Dr. Thani ke Indonesia utamanya adalah dalam rangka meluncurkan Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUEA-CEPA) bersama Menteri Perdagangan Mohammad Lutfi. Kata dia, Presiden menyambut baik dilakukannya peluncuran perundingan Indonesia UEA-CEPA.

"Dan sudah dilakukannya putaran pertama perundingan, Presiden berharap agar perundingan ini dapat dilakukan atau dapat diselesaikan kurang dari satu tahun sehingga dalam beberapa bulan kedepan akan dapat diperoleh hasil perundingan mencapai progress yang cukup signifikan," ucapnya.

Retno menambahkan, Presiden menyampaikan bahwa sejauh ini perdagangan antara Indonesia dan UEA masih dapat ditingkatkan. Sebab, angka perdagangan baru mencapai 2,9 miliar USD. "Dan dengan CEPA nantinya Presiden mengharapkan paling tidak dapat dilakukan kenaikan pedagangan dua tiga kali lipatnya," ucap Retno.

Di melanjutkan, selain masalah perdagangan, CEPA akan memberikan fasilitasi untuk peningkatan kerja sama investasi. Pemerintah mengharapkan agar UEA dapat menjadi mitra utama bagi investasi di Indonesia.

"Dua bidang lain selain masalah infrastruktur yang diharapkan presiden untuk investasi dari UEA yaitu dibidang ketahanan kesehatan dan yang kedua adalah di bidang ekonomi hijau dan berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Retno, Presiden mengharapkan agar terjadi kemajuan yang signifikan terhadap kerja sama Indonesia UEA untuk Sovereign Wealth Fund Indonesia. Presiden juga memberikan penghargaan atas dukungan UEA kepada Indonesia selama pandemi.

"Di antaranya berupa sumbangan 750.000 dosis vaksin Sinopharm, kedepan isu kerja sama dalam kontenks kesehatan ini akan menajdi salah satu prioritas kerja sama antara kedua negara," pungkasnya.

Merdeka

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik