Eksplorasi Luar Angkasa Jadi Tren, Bill Gates: Masih Banyak PR di Bumi


Industri luar angkasa kini menjadi tren di kalangan para miliarder , sebut saja Jeff Bezos dan Elon Musk. Dua orang terkaya di dunia itu telah mengalihkan perhatian mereka ke eksplorasi ruang angkasa secara besar-besaran.

Namun di sisi lain ada Bill Gates yang percaya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan di Bumi. Hal ini ia ungkap saat ditanya mengenai minatnya terhadap perjalanan dan eksplorasi ruang angkasa dalam wawancara dengan James Corden.

Salah satu pendiri Microsoft itu mengatakan fokusnya saat ini adalah menemukan obat untuk penyakit yang merajalela di seluruh planet Bumi.

"Ruang angkasa? Kami memiliki banyak hal yang harus dilakukan di Bumi ini," kata Gates, dikutip dari Livemint , Selasa (28/9/2021).

"Saya tidak tahu - saya menjadi terobsesi dengan hal-hal seperti Malaria dan HIV dan menyingkirkan penyakit itu, dan saya mungkin membuat orang-orang bosan saat di pesta koktail karena membicarakan penyakit," lanjutnya.

Seperti yang diketahui yayasan Bill and Melinda Gates yang didirikan dan dijalankan oleh Gates dan mantan istrinya, Melinda French Gates, bekerja secara ekstensif untuk memberantas penyakit tersebut.

Baik Bezos dan Musk telah memahami kritik atas proyek eksplorasi ruang angkasa mereka. Segera setelah penerbangan luar angkasa perdananya, Bezos setuju bahwa sebagian besar kritik yang diberikan adalah benar.

"Kita harus melakukan keduanya. Kami memiliki banyak masalah di sini dan sekarang di Bumi dan kami perlu mengatasinya. Tapi kami juga perlu melihat ke masa depan, kami selalu melakukannya sebagai spesies dan sebagai peradaban," ujar Bezos.

Musk juga setuju bahwa sebagian besar sumber daya Bumi harus digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada di Bumi.

"Saya pikir kita harus menghabiskan sebagian besar sumber daya kita untuk memecahkan masalah di Bumi. Seperti, 99 persen plus ekonomi kita harus didedikasikan untuk memecahkan masalah di Bumi," tutur Musk.

"Tapi saya pikir mungkin sekitar 1 persen, atau kurang dari 1 persen, dapat diterapkan untuk memperpanjang kehidupan di luar Bumi. " sambungnya.

Sindonews

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik