Bangun Tidur, Tapi Masih Merasa Lelah. Ini 10 Penyebabnya

Ilustrasi tidur siang

Setelah makan, minum dan istirahat yang cukup, tetapi tubuh terasa cepat lelah. Simak penyebabnya!

JAKARTA – Lelah atau letih sering dirasakan oleh banyak orang setiap harinya, baik remaja, dewasa, bahkan orang tua. Kelelahan merupakan gejala umum beberapa penyakit, namun kebanyakan kasus disebabkan oleh gaya hidup.  

Merasa terlalu lelah mungkin terkait dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Selain itu, stres berlebih akan meningkatkan rasa lelah.
   
Kabar baiknya, keluhan cepat merasa lelah ini dapat diatasi dengan mudah. Bagi anda yang cepat merasa lelah, simak 10 gaya hidup yang bisa dihindari penyebab kelelahan.  

1. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat
Karbohidrat yang dikonsumsi akan menjadi gula sebagai bahan pembentukan energi dalam tubuh. Namun, konsumsi karbohidrat terlalu banyak akan menyebabkan rasa lelah karena tubuh sibuk mengolah karbohidrat.  

Mengganti sumber energi dari olahan karbohidrat dan gula menjadi sayuran dan kacang-kacangan akan membantu menjaga kadar gula dalam darah sehingga tidak akan merasa cepat lelah.  

2. Kurang aktivitas/kurang bergerak 
Para kaum rebahan sebaiknya segera mencari aktivitas agar terhindar dari kelelahan. Meskipun banyak yang memberikan pernyataan ia terlalu lelah untuk bergerak.  

Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengurangi kelelahan pada orang yang sehat dan penderita penyakit lain, seperti kanker. Tak harus olahraga berat, aktivitas berjalan kaki pun dapat meminimalkan kelelahan.  

Untuk meningkatkan energi, ganti perilaku ‘mager’ dengan yang aktif. Misalnya, lebih baik berdiri daripada duduk bila memungkinkan, naik tangga daripada lift, dan berjalan kaki daripada mengemudi untuk jarak dekat.  

3. Kualitas Tidur Kurang Baik  
Tidur yang tidak cukup atau berkualitas buruk adalah penyebab umum kelelahan. Isi ulang energi tubuh dapat melalui tidur yang cukup serta tanpa gangguan. Sehingga pada siang hari tubuh akan terasa berenergi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Melansir dari Healthline, Senin (13/9/2021) menurut American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society orang dewasa membutuhkan jam tidur rata-rata tujuh jam sehari untuk kesehatan yang optimal. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah tidur harus nyenyak dan tidak terganggu untuk memungkinkan otak  melewati semua lima tahap dari setiap siklus tidur. 

Selain tidur pada malam hari, tidur siang yang cukup juga dapat mengembalikan energi. Untuk meningkatkan kualitas tidur, tidurlah pada waktu yang sama setiap malam, rileks sebelum tidur, dan lakukan banyak aktivitas di siang hari.

4. Alergi Makanan 
Orang yang memiliki alergi terhadap makanan akan lebih mudah merasa lelah karena rendahnya energi dalam tubuh. Alergi makanan yang umum yaitu gluten, susu, telur, kedelai, dan jagung. Untuk mengatasi hal ini, dapat konsultasi dengan dokter gizi atau ahli diet agar dapat menentukan jenis makanan yang tidak menyebabkan masalah.
  
5. Kurang Konsumsi Kalori Tubuh membutuhkan jumlah kalori minimum untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Mengonsumsi terlalu sedikit kalori dapat menyebabkan kelelahan dan mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi harian, yaitu 1,200 kalori per hari. Ketika makan terlalu sedikit kalori, metabolisme tubuh akan melambat untuk menghemat penggunaan energi, sehingga berpotensi menyebabkan kelelahan. 

6. Begadang
Kebiasaan begadang merupakan masalah bagi orang yang bekerja pada malam hari. Begadang akan mengganggu ritme jantung dan sindrom kelelahan kronis. 
Bagaimanapun juga, cobalah untuk tidur pada malam hari dan perbaiki jam tidur. 

7. Kurang Konsumsi Protein
Konsumsi protein telah terbukti meningkatkan tingkat metabolisme lebih baik dari karbohidrat atau lemak. Selain membantu penurunan berat badan, protein juga dapat membantu mencegah kelelahan. Untuk menjaga metabolisme tetap normal dan mencegah kelelahan, usahakan untuk mengonsumsi sumber protein berkualitas tinggi, baik saat sarapan, makan siang, dan malam.

8. Dehidrasi   
Dehidrasi ringan dapat mengurangi tingkat energi dan fokus. Pastikan untuk minum cukup untuk menggantikan cairan yang hilang di siang hari. Minum cukup air untuk mempertahankan tingkat hidrasi yang baik. Gejala umum dehidrasi yaitu haus, kelelahan, pusing, dan sakit kepala. Hidrasi yang baik dan stabil akan menjaga tingkat energi yang baik.  

9. Konsumsi Minuman Energi   
Minuman energi mengandung kafein dan bahan-bahan lain yang dapat memberikan dorongan energi sementara, tetapi sering kali kembali menimbulkan rasa lelah. Minuman yang sering menjadi obat penghilang lelah yaitu kopi, vitamin b, dan gula. Sayangnya, minuman ini juga cenderung membuat kadar gula darah meningkat dan kembali lelah saat efeknya hilang. Pembatasan konsumsi gula dan kafein akan membantu menjaga energi tubuh. 

10. Stres  
Stres yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan kualitas hidup. Mengelola stres dapat meningkatkan energi sehingga dapat aktif bekerja di siang hari. Dalam beberapa situasi, mungkin anda tidak dapat menghindari stres. Yoga dan meditasi yang rutin dapat membantu menghilangkan stres.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik