Awas! Virus Jahat Incar Mobile Banking, Kuras Tabungan Kamu

Foto: Infografis/Tips Agar Mobile Banking Aman/Arie Pratama

Jakarta, Indonesia dan Vietnam dilaporkan  jumlah insiden trojan mobile banking terbanyak selama semester satu 2021. Hal ini berdasarkan laporan ancaman seluler dari Kaspersky.

Meski begitu kedua negara tidak masuk dalam 10 besar di dunia yang terdampak atas ancaman ini. Per Juni 2021, Vietnam berada di urutan ke 27 dan Indonesia ke 31, dikutip Senin (6/9/2021).

Sementara untuk lima besar dengan Trojan mobile banking terbanyak pad Q2 2021 adalah Rusia, Jepang, Turki, Jerman dan Perancis. Untuk Asia Tenggara jumlah serangan masih rendah. Namun pada April hingga Juni 2021 ada peningkatan 367 dari 230 deteksi.

Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara mengatakan di tahun kedua pandemi merubah dengan cepat adopsi pembayaran seluler. Khususnya untuk Asia Tenggara yang lebih banyak dari sebelumnya.

"Sejak awal krisis kesehatan ini, survei kami menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet di wilayah ini telah mengalihkan aktivitas keuangan mereka secara online, seperti berbelanja (64%) dan perbankan (47%)," jelasnya.

Dalam laporan Maling Sense of Our Place in the Digital Reputation Economy, Kaspersky menemukan 76% dari 861 responden di Asia Tenggara berniat tidak menyimpan data terkait keuangan di internet. Generasi baby boomers jadi yang paling tinggi dengan 85% lalu ada Gen X sebesar 81% serta milenial 75%.

Menurut Yeo, kabar baiknya masyarakat di Asia Tenggara punya kesadaran cukup baik mengenai resiko keamanan keamanan saat melakukan transaksi perbankan dan pembayaran dari perangkat pribadi. Namun ada catatan terkait kesenjangan antara pengetahuan serta tindakan.
Kaspersky juga memberikan sejumlah tips praktis untuk bisa meningkatkan keamanan finansial secara online. Berikut tipsnya:

Miliki Kartu Kredit Sementara
Cara ini bisa dilakukan untuk melalukan pembelian online sebagai pengganti kartu kredit utama. Anda bisa bertanya dengan perusahaan kartu kredit apakah memungkinkan punya nomor kartu kredit sementara.

Jika dimungkinkan sebaiknya hindari penggunaan jenis kartu kredit untuk pembelian dengan pembaruan otomatis atau pembayaran rutin. Jika kartu kredit sementara tidak mungkin bisa gunakan kartu kredit limit rendah.

Gunakan Satu Perangkat Khusus Perbankan dan Belanja Online
Jika memiliki lebih dari satu komputer bisa manfaatnya salah satunya untuk transaksi perbankan dan belanja online. Dengan menghindari menggunakan komputer untuk penjelajah lain, download file, memeriksa email, jejaring soal serta aktivitas online lain, Anda akn membuat komputer bersih dan bebas dari virus komputer. Sebagai keamanan tambahan instal Google Chrome dengan HTTPS.

Gunakan Email Khusus
Buat email yang hanya digunakan untuk transaksi belanja online. Dengan begitu membatasi jumlah spam yang diterima dan mengurangi resiko terkena email berbahaya yakg disamarkan jadi promosi penjualan atau notifikasi lain.

Kelola dan Lindungi Password
Satu hal yang penting adalah gunakan pasaword yang kuat dan berbeda tiap akun online. Apabila kesulitan dengan password yang sulit bisa menggunakan pengelola kata sandi agar membantu menyimpan password yang kuat untuk banyak akun.

Pakai VPN
Jika harus belanja dengan menggunakan WiFi publik, instal dulu VPN. Dengam begitu akan mengenkripsikan seluruh data yang ditransfer antra komputer atau perangkat seluler. Selain itu server VPN bisa mencegah peretas membajak dan melihat data sensitif yang dimasukkan.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik