Tingkatkan Inklusi Keuangan, OJK Gelar Kompetisi Hadiah Rp 130 Juta

Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyelenggarakan Kompetisi Inklusi Keuangan (KOINKU) di tahun 2021. KOINKU tahun 2021 mengangkat Tema "Inovasi Model Inklusi Keuangan Dalam Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional" dan dibagi menjadi dua kategori yaitu Profesional dan Mahasiswa.

Pada kondisi pandemi saat ini, kemudahan dalam aktivitas transaksi keuangan digital semakin menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga literasi dan inklusi keuangan digital di kalangan masyarakat ikut terdongkrak. Tren peningkatan ini sejalan dengan upaya OJK untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui teknologi informasi.

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh Katadata Insight Center, peningkatan aktivitas transaksi digital didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi sebesar 85 persen dari total transaksi.

Sejalan dengan hal tersebut, transaksi keuangan secara digital mendorong ekonomi untuk berkembang seiring dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin mengglobal di dunia. Saat ini, perkembangan bisnis atau transaksi perdagangan semakin meningkat yang didukung dengan internet sebagai media komunikasi kolaborasi dan koorporasi dalam bertransaksi.

Berdasarkan hasil laporan e-Conomy SEA pada tahun 2020, Indonesia menjadi negara dengan nilai transaksi ekonomi digital tertinggi di Asia Tenggara, yaitu sebesar USD 44 miliar dan diproyeksikan pada tahun 2025 nilai transaksi ekonomi digitalnya mencapai Rp1.748 triliun.

Ekonomi digital dianggap sebagai salah satu penggerak perekonomian yang memiliki kelebihan antara lain menciptakan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi, meningkatkan produktivitas dunia industri, dan meningkatkan persaingan dalam dunia kerja. Banyaknya pelaku ekonomi yang merambah ekonomi digital membuat kontribusi meningkat pesat.

Ditambah lagi, populasi Indonesia yang sangat besar menjadi salah satu negara dengan penduduk tertinggi di dunia dan merupakan pengguna internet tertinggi di dunia menjadi keuntungan tersendiri dalam memberikan ruang gerak bagi ekonomi digital untuk jauh lebih berkembang.

Adanya kolaborasi antara Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan teknologi keuangan perlu dibangun untuk meningkatkan industri jasa keuangan nasional. Ekonomi digital juga dinilai mampu mendukung pemulihan ekonomi khususnya selama diberlakukannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Peran pemerintah juga dinilai sangat penting agar dapat meningkatkan pemerataan akses, memajukan industri keuangan agar lebih efisien, mempertahankan modal dan kegiatan produksi UMKM serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Total Hadiah

Petugas tengah melakukan pelayanan call center di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kompetisi yang telah diselenggarakan sejak tahun 2014 ini, menjadi salah satu strategi OJK dalam meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap inklusi keuangan dan dalam rangka mencari ide-ide kreatif serta inovatif terkait model inklusi keuangan. Hasil kompetisi ini diharapkan dapat direplikasikan guna memperluas akses pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Adapun jadwal penyelenggaraan KOINKU tahun 2021 adalah sebagai berikut:1. Pengumuman dan pengumpulan proposal model dan tayangan: Juni 2021 – September 20212. Seleksi peserta dan coaching clinic: Oktober 2021

Total hadiah senilai Rp 130 juta yang akan diberikan kepada para pemenang yang terdiri dari dua kategori yaitu professional dan mahasiswa dengan rincian sebagai berikut:

1) Juara I hadiah uang senilai Rp 30.000.000,-

2) Juara II hadiah uang senilai Rp 20.000.000,-

3) Juara III hadiah uang senilai Rp15.000.000,-

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik