Pasti Bisa! Merdeka Finansial ala Milenial

Ilustrasi
Thinsktock

JAKARTA, Tinggal terhitung sehari lagi masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-76.
Pertanyaannya, apakah generasi milenial sudah bisa merdeka secara finansial?

Sebagai penerus bangsa, generasi milenial tentu harus melek finansial. Melek finansial bisa diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku masyarakat dalam mengambil keputusan dan pengelolaan keuangannya.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Tahun 2019 menyatakan, hanya 38,03 persen masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi akan keuangan.

Kemudian, terdapat 76,19 persen masyarakat Indonesia yang memiliki akses terhadap produk keuangan yang tepat (inklusi keuangan). Meski persentase tersebut meningkat tiap tahun, namun jarak literasi dan inklusi keuangan masyarakat masih sangat jauh.

Pengaruh dari gaya hidup yang dinamis dan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan menjadi penyebab bagi milenial sulit merdeka secara keuangan. Lalu, bagaimana caranya milenial bisa merdeka finansial?

Mari kita simak penjelasan berikut.
1. Mengetahui prioritas dalam keuangan
Perencana Keuangan Finansialku, Shierly, CFP® memaparkan bahwa esensi kemerdekaan harus dirasakan oleh semua generasi dan terbebas dari rasa takut untuk dijajah serta tertindas.

“Kalau merdeka finansial berarti bebas apa yang kita ingin lakukan tanpa perlu khawatir kalau kita kekurangan uang, dan juga tidak khawatir atau takut karena ada kewajiban atau utang yang harus dibayar,” tambahnya.

Meski belum merdeka sepenuhnya, kamu bisa mulai dengan pahami apa yang menjadi prioritas dalam keuanganmu. Mulailah dengan membedakan apa kebutuhan dan keinginanmu dalam berbelanja.

Kebutuhan ini bisa mencakup biaya makan bulanan, biaya transportasi, cicilan atau tagihan, dan lainnya. Sedangkan, keinginan adalah segala hal yang bisa membuatmu bahagia dalam mengeluarkan uang, seperti membeli peralatan hobi, skincare atau make up, jalan-jalan, dan lainnya.

Selanjutnya, kamu bisa mengatur pengeluaran untuk kebutuhan dan keinginan dengan membuat anggaran bulanan. Hal ini berguna agar arus kas kamu tetap tertata dan menjaga prioritas dalam keuanganmu.

2. Amankan keuangan
“Kalau merdeka secara finansial, jadi kita harus aman dulu secara keuangan,” ujar Shierly.
Dalam piramida keuangan Finansialku, pondasi dasar keuangan adalah dengan memiliki keamanan keuangan. Hal ini mencakup memiliki dana darurat yang cukup, asuransi yang tepat, arus kas yang positif, dan terhindar dari utang konsumtif.

Bagi yang masih lajang, kebutuhan dana daruratnya adalah sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan yang sudah menikah namun belum memiliki anak, dana daruratnya harus sebesar 9 kali pengeluaran bulanan.

Lainnya, bila yang sudah menikah dan sudah memiliki anak, jumlah dana darurat yang harus dikumpulkan sebesar 12 kali pengeluaran bulanan.

Melihat jumlah dana darurat yang tidak sedikit, maka sebelum mengeluarkan uang untuk hal lain, ada baiknya untuk mendahulukan untuk menabung dana darurat, asuransi, dan lainnya.

Shierly mengingatkan untuk jangan FOMO (Fear of Missing Out) atau tergoda dalam hal yang berbau tren dan memenuhi gaya hidup semata. Karena, tentu akan mengakibatkan kamu sulit mengamankan keuangan terlebih dahulu.

Dalam hal ini, hindari juga untuk memenuhi gaya hidup dengan utang. Shierly menjelaskan bahwa utang tersebut termasuk utang konsumtif. Bila kamu mengutang tanpa diiringi ilmu perencanaan keuangan yang baik, maka tentu akan merusak keamanan keuanganmu.

3. Miliki penghasilan tambahan
Untuk mempercepat kemerdekaanmu secara finansial, Shierly menyarankan untuk memiliki penghasilan tambahan.

Ungkapnya, penghasilan ada berbagai macam bentuk, ada penghasilan aktif yang bisa didapatkan ketika kamu bekerja dan mendapatkan upah yang sepadan. Lalu, penghasilan investasi yang didapatkan dari keuntungan investasi yang kamu lakukan.
Kemudian yang terakhir, ada penghasilan pasif yang mana bisa didapatkan tanpa harus mengorbankan tenaga dan waktu. Misalnya, pendapatan pasif dari hasil menyewa rumah sebagai kontrakan.

Bagi generasi milenial, kamu bisa memanfaatkan berbagai peluang untuk menambah penghasilan pokok. Misalnya, berbisnis dari dropshiper, membuka jasa desain konten Instagram, menjadi copywritter, atau menjual hasil masakanmu.
Mengapa menambah penghasilan itu penting? Shierly menjelaskan alasannya, karena hal ini bisa mencegah dari kejadian yang tidak diinginkan yang akhirnya merusak arus kas pokok kamu.

“Jadi, kita enggak terkungkung kalau kita enggak ada penghasilan sama sekali. Tapi kita punya penghasilan sendiri dari pendapatan pasif,” jelas Shierly.

Ia juga menambahkan, banyak anak muda yang merasa bebas secara finansial, tapi kalau kita melihat ke depan, anak muda tidak benar-benar bebas. Karena, ada tujuan keuangan yang harus kamu penuhi, seperti dana pensiun di hari tua, dana menikah, tujuan pendidikan anak, dan lainnya.
Sehingga, penting sekali untuk menambah penghasilan, agar kamu bisa lebih cepat memenuhi tujuan keuangan yang diinginkan.

Yuk generasi milenial, mulailah bijak menggunakan uang dan nikmati kemerdekaan finansial sesungguhnya!


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik