Menkes Soal Hidup Bersama Covid: Bisa 5 Tahun, Bisa 10 Tahun

Foto: Suasana penanganan pasien Covid-19 di RSUD Koja, Jakarta, (24/6/2021). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Covid-19 tidak akan hilang dari kehidupan masyarakat. Kemungkinan dia akan berubah dari pandemi menjadi epidemi.

Hal itu diungkapkan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam konferens pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022 yang berlangsung secara virtual pada, Senin (16/8/2021).

BGS memaparkan, target dalam mengatasi pandemi Covid-19 adalah mengurangi laju penularan virus corona. Tujuannya agar jangan sampai jumlah orang yang tertular itu lebih tinggi daripada kapasitas sistem kesehatan.

"Indonesia memiliki 400 ribu tempat tidur, 30% dialokasikan ke Covid-19. Jadi kita ada sekitar 120 ribu tempat tidur yang kita alokasikan untuk Covid-19," ujar BGS.

"Kalau asumsi 20% kasus aktif itu masuk ke RS, maka kira-kira memang kapasitas kita 600 ribuan kasus aktif. Kemarin sempat hampir menyentuh angka tersebut sehingga kita saksikan sendiri banyak yang pasien-pasien yang sulit ditangani. Tapi sekarang alhamdulillah sudah turun ke angka di bawah 400 ribu," lanjutnya.

BGS kembali menekankan jangan sampai laju penularan itu atau orang yang terkena itu lebih tinggi dari pada kapasitas RS.

"Itu penting untuk kita pahami. Karena pandemi ini tidak akan hilang dengan cepat, mungkin akan berubah jadi epidemi dan kita mesti hidup dengan mereka selama bisa 5 tahun, bisa 10 tahun, bisa juga lebih lama dari itu," ujar BGS.

"Jadi fokus kita adalah tidak langsung menghapus pandemi ini tapi bagaimana kita bisa mengendalikan pandemi ini dengan memastikan laju penularannya selalu di bawah kapasitas dari layanan kesehatan kita," lanjutnya.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik