Madu, Makanan yang Tidak Punya Masa Kedaluwarsa

Ilustrasi madu
freepik.com/ Racool_studio

Pada 2015, arkeolog menemukan pot berisi madu yang usianya sudah mencapai 3.000 tahun di sebuah makam Mesir. Setelah dicicipi, ternyata rasanya tetap lezat dan manis, sama seperti madu pada umumnya.
Semenjak saat itulah madu disebut sebagai satu-satunya makanan yang dapat bertahan lama bahkan selamanya.

Madu berwarna kuning agak kecoklatan, rasanya manis dan teksturnya kental. Makanan ini bisa dikonsumsi langsung atau diolah menjadi bentuk makanan lainnya.
Mengapa madu tidak memiliki masa kedaluwarsa?

Dilansir dari Mentalfloss, madu bisa bertahan lama karena nektar bunga bercampur dengan enzim yang dimiliki lebah. Perpaduan antara keduanya telah mengubah komposisi nektar dan memecahnya menjadi gula yang sifatnya lebih sederhana.

Tidak hanya itu, enzim bernama oksidase glukosa yang dimiliki lebah dapat menciptakan cairan yang sangat asam dengan tingkat kelembapan rendah.
Sehingga mencegah pertumbuhan bakteri dalam nektar. Hal ini menjadi faktor utama mengapa madu bisa bertahan lama atau bahkan tidak memilliki masa kedaluwarsa.

Selain karena reaksi biologis dari lebah, faktor tempat penyimpanan madu juga sangatlah berpengaruh. Madu harus disegel dan disimpan dengan benar, supaya kelembapan udara tidak dapat terserap ke dalam madu yang bersifat higroskopis (mengandung sedikit air).

Hanya berlaku untuk madu murni
Sayangnya, madu yang tidak memiliki masa kedaluwarsa adalah madu murni. Artinya madu yang benar-benar diambil langsung dari sarang lebah, tanpa melalui proses kimiawi.

Biasanya madu yang dijual di pasaran sudah melewati berbagai proses, misalnya dipanaskan untuk meningkatkan warna dan tekstur madunya.

Dikutip dari Healthline, madu yang dijual di pasaran sudah mengalami tahap pasteurisasi atau strerilisasi kuman dengan cara dipanaskan. Sehingga sejumlah nutrisi bermanfaat dari madu dapat hancur atau hilang.

Madu murni memiliki kandungan gula alami yang sangat tinggi. Kandungan inilah yang menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur. Tidak hanya itu, sedikitnya kandungan air dalam madu murni, membuatnya memiliki tekstur sangat kental.

Kekentalan ini menyebabkan gula dapat terfermentasi dan oksigen menjadi tidak mudah larut dalam madu murni. Selain karena gulanya terfermentasi, madu murni juga memiliki enzim khusus yang berperan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Hanya kualitas madu yang menurun
Madu memang tidak bisa kedaluwarsa, tetapi kualitasnya bisa menurun, bahkan menyebabkan penyakit. Hal ini dikarenakan madu bisa terkontaminasi bakteri, ragi atau jamur, yang datangnya dari serbuk sari, saluran pencernaan lebah, debu, udara, kotoran, serta bunga.

Selain karena terkontaminasi, kualitas madu juga bisa menurun ketika salah cara penyimpanannya. Mikroba akan lebih mudah masuk, ketika tempat penyimpanan madu tidak disegel dengan benar.
Misalnya dengan dibiarkan terbuka selama beberapa saat, hal ini dapat meningkatkan kadar air dalam makanan ini.

Faktor pemalsuan madu juga bisa menurunkan kualitas madu. Seperti dengan menambah pemanis buatan supaya rasanya tetap sama agar volumenya lebih banyak.
Salah dalam pemrosesan madu juga menyebabkan kandungan air dalam makanan ini lebih banyak dan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi karena mikroba lebih mudah masuk.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik