Lindungi Anak dari Konten Tak Pantas, TikTok Ketatkan Privasi Pengguna


Aplikasi berbagi video pendek, TikTok mengumumkan akan mengetatkan kontrol privasi terhadap pengguna khususnya untuk kalangan remaja. Langkah ini untuk menjawab tudingan bahwa perusahaan asal China ini gagal melindungi anak-anak dari iklan tersembunyi dan konten yang 'tidak pantas'.

Kebijakan baru ini akan menyasar para pengguna berusia 13-17 tahun dan akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang. "Proses membuat TikTok memang menyenangkan dan kreatif, memilih musik, efek, dan mendapatkan transisi yang tepat, tetapi sama pentingnya untuk memilih dengan siapa video itu akan dibagikan," kata Pimpinan Child Safety Public Policy TikTok, Alexandra Evans dan Kepala Pimpinan Privasi TikTok, Aruna Sharma, dalam sebuah unggahan, dilansir Reuters, Kamis (12/8/2021).

Lantas, apa saja perubahannya? Sebuah pop-up akan muncul di layar untuk mengonfirmasi pengguna remaja di bawah usia 16 tahun untuk memilih siapa yang dapat menonton video mereka sebelum diunggah.

Bagi pengguna berusia 16-17 tahun dapat mengaktifkan pengaturan fitur yang memungkinkan munculnya pop-up tersebut serta dapat memilih siapa yang dapat mengunduh video publik mereka.

Sedangkan fitur 'download' atau unduhan akan dinonaktifkan secara permanen terhadap konten-konten yang dibuat oleh pengguna berusia di bawah 16 tahun.

TikTok juga akan meniadakan fitur 'Direct Messaging' atau pesan langsung bagi akun yang berusia 16 dan 17 tahun. Namun, pengguna dapat mengubah opsi.

Terakhir, TikTok akan mengurangi 'waktu pemberitahuan' atau 'Push Notifications'. Bagi akun pengguna yang berusia 13-15 tahun tidak akan lagi menerima notifikasi mulai pukul 9 malam. Untuk pengguna yang berusia 16 dan 17 tahun dibatasi notifikasinya hingga pukul 10 malam.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik