Kinerja Penjualan Eceran Membaik di Juli 2021, Ditopang Makanan dan Tembakau

Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) pada Juli 2021 terindikasi membaik, dibandingkan dengan capaian pada bulan Juni 2021.

Hal ini tercermin dari berkurangnya kontraksi Indeks Penjualan Rill (IPR) Juli 2021 secara bulanan menjadi sebesar -8,3 persen (mtm), membaik dari -12,8 persen (mtm) pada Juni 2021.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

"Pada Juli 2021, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono di Jakarta, Senin (10/8).

Kata Erin para, responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan masih cukup baik. Didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat seiring dengan kebijakan pembatasan mobilitas.

Namun, secara tahunan, penjualan eceran Juli 2021 terkontraksi 6,2 persen (yoy). Terutama pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, dan Subkelompok Sandang.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada September diprakirakan menurun dan baru pada Desember diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada September sebesar 112,7, menurun dari bulan sebelumnya, didukung pasokan yang cukup karena distribusi barang yang lancar.

Sementara itu, IEH Desember sebesar 129,3, lebih tinggi dari capaian pada bulan sebelumnya sebesar 119,9. Ini didorong oleh tingginya permintaan dan berkurangnya ketersediaan barang saat HBKN Natal dan persiapan Tahun Baru.

Pertumbuhan Tahunan Indeks Penjualan Riil

Ilustrasi Bank Indonesia.

Sebelumnya, seiring pertumbuhan tahunan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2021 sebesar 2,5 persen (yoy). Kinerja Penjualan Eceran Juni 2021 ditopang pertumbuhan kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Subkelompok Sandang.

Sementara itu, IPR Juni 2021 secara bulanan mengalami kontraksi 12,8 persen (mtm). Lebih rendah dari 3,2 persen (mtm) pada Mei 2021. Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) itu mengindikasikan kinerja penjualan eceran terbatas dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.

Responden menyampaikan hal tersebut disebabkan menurunnya permintaan masyarakat. Sejalan dengan kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, khususnya pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

lptn6

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik