Garuda Shield ke-15, Latihan Perang Terbesar TNI AD dan US Army Resmi Ditutup


Latihan Bersama Garuda Shield ke-15 tahun 2021 antara TNI AD dan US Army yang berlangsung selama dua pekan di tiga daerah latihan (Baturaja, Amborawang, dan Makalisung) resmi ditutup pada Sabtu kemarin (14/8/2021). Latihan ini menyisakan torehan sejarah latihan perang terbesar di kemiliteran Nusantara.

Penutupan Garuda Shield ke-15 dipimpin langsung Wakasad Letjen TNI Bakti Agus Fadjari bersama Commander of 25th Inf Div US Army Major General Joseph A. Ryan.

Wakasad menyampaikan, Latma (latihan bersama) Garuda Shield-15/2021 berbeda dengan yang sebelumnya, karena Latma dilaksanakan di tiga daerah latihan secara paralel. Latihan tersebut dirasakan manfaatnya bagi kedua angkatan darat dalam meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan profesionalisme kemampuan militer masing-masing prajurit.

"Di samping itu, juga terjalinnya hubungan person to person yang lebih kuat, saling berinteraksi, berbagi ilmu dan pengalaman, ide maupun pendapat dalam memecahkan berbagai persoalan taktis yang dihadapi sekaligus menumbuhkan sikap saling percaya, saling mengerti, dan saling menghargai," kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam amanat tertulisnya yang disampaikan Wakasad Agus Fadjri, dikutip AKURAT.CO , Minggu (15/4/2021) di Jakarta.

Latihan terbesar dalam sejarah kerja sama militer TNI AD dan US Army ini diharapkan dapat lebih mempererat kerja sama, interoperabilitas dan sinergi. Mulai dari level strategis sampai dengan tingkat operasional akan semakin mudah terbentuk melalui komunikasi secara langsung di lapangan sehingga membawa kontribusi nyata bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan.

Sementara itu, Major General Joseph A. Ryan menyampaikan terima kasih kepada Kasad beserta para pejabat TNI AD yang telah menyelenggarakan latihan ini dari mulai tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman.

Latma Garuda Shield yang telah dimulai sejak tahun 2007 ini telah memberikan pelajaran luar biasa dan merupakan fondasi bagi kemitraan TNI AD-US Army secara berkelanjutan melalui latihan-latihan lainnya di masa akan datang.

Upacara penutupan yang dipusatkan di Puslatpur Kodiklatad Baturaja itu dihadiri oleh Dankodiklatad, Aster Kasad, Waasintel Kasad Bidang Inteltek dan Hublu, Waaslat Kasad Bidang Kermamil, serta tamu undangan lainnya.

Di akhir penutupan, para peserta upacara yang terdiri dari pejabat TNI AD serta US Army, membentangkan bendera Indonesia dan AS sebagai wujud rasa hormat bakti terhadap negara serta simbol kerja sama yang baik antara TNI AD-US Army dengan moto "Together We Can".

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku bangga dengan prajurit TNI AD yang berinteraksi dengan tentara AS atau US Army, seperti tukar-menukar makanan dan nomor telepon untuk mempererat persahabatan.

Hal itu disampaikan Jenderal Andika saat meninjau latihan bersama Garuda Shield ke-15 di Amborawang, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis lalu (12/8/2021).

Andika berharap latihan yang melibatkan 2.161 prajurit TNI AD dan 1.547 tentara AS ini bukan saja meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Namun, kata dia, juga dapat meningkatkan kemampuan prajurit TNI AD dan tentara AS.

Adapun materi latihan yang dipastikan dapat meningkatkan kemampuan prajurit kedua negara tersebut, meliputi Staff Exercise , Field Training Exercise (FTX), Live Fire Exercise (LFX), Aviation " dan Medical Exercise (Medex), serta dua program latihan yang akan digabungkan yaitu Joint Combined Exchange Training (JCET) dan Garuda Airborne.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik