Dompet Pasti Nyaman! Ini Porsi Pos Keuangan yang Harus Diperhatikan Selama PPKM


Penting sekali menentukan prioritas keuangan selama dalam ketidakpastian. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum berlalu, bahkan pemerintah memutuskan melanjutkan lewat PPKM Level 4.

Kesehatan keuangan perlu dijaga, jangan sampai ketika keadaan sedang genting kamu tidak memiliki biaya untuk menutupinya.

Ketersediaan dana darurat begitu penting untuk tetap menjaga keuangan stabil dan dapat menenangkan hidup.

Oleh karena itu, agar keuangan bisa tetap terjaga, begini pos keuangan yang harus kamu prioritaskan, dilansir dari berbagai sumber.

1. Kebutuhan sehari-hari
Sebagai pos terpenting, pos kebutuhan sehari-hari memiliki rasio paling tinggi ketimbang pos yang lainnya. Usahakan kamu mempersiapkan banyak alokasi untuk kebutuhan sehari-hari dan memprioritaskan hal ini sebelum yang lainnya.

Kamu perlu mengatur pengeluaran konsumsi dengan cermat dan secukupnya. Dengan adanya anggaran harian, mingguan, dan bulanan, kamu dapat membatasi pengeluaran serta memprioritaskan kebutuhan.

2. Menutup utang konsumtif
Utang konsumtif adalah utang yang dilakukan untuk keperluan konsumsi. Contoh dari utang ini adalah kartu kredit, utang dengan teman, dan beberapa lainnya. Utang ini haruslah segera diminimalisasi bahkan segera dilunasi.

Sedangkan utang untuk produksi seperti utang dagang, KPR, cicilan motor atau mobil dan utang-utang lainnya tetap dibayar walaupun tidak masuk prioritas utama.

3. Dana darurat
Dana darurat untuk memenuhi kebutuhan jika ada halangan mendadak, seperti kehilangan pekerjaan secara mendadak. Usahakan untuk membedakan antara tabungan dan dana darurat karena tabungan untuk masa depan, sedangkan dana darurat untuk saat itu.

Minimal dana yang harus ada dalam dana darurat adalah 3-6 kali pengeluaran bulananmu. Agar nantinya kamu masih bisa hidup nyaman apabila tiba-tiba kamu kehilangan pekerjaan.

4. Asuransi
Asuransi adalah penggantian biaya untuk beberapa aspek kehidupan berdasarkan biaya yang kamu keluarkan. Ada tiga macam asuransi, yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi kerugian.

Asuransi kesehatan dimaksudkan agar nantinya kalau meninggal, ada biaya yang bisa digunakan untuk mengurusi jenazahmu. Asuransi kesehatan adalah biaya yang digunakan ketika kamu sakit. Asuransi kerugian adalah adanya penggantian biaya jika asetmu rusak, seperti asuransi mobil, rumah, motor, bahkan perhiasan.

5. Menyisihkan uang untuk investasi
Sebisa mungkin lakukan investasi untuk mengembangkan dana Anda dan jika memungkinkan bisa menjadi passive income . Cara paling mudah adalah dengan membuka rekening tabungan berjangka dengan periode yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Bank-bank terkemuka di Tanah Air menyediakan aneka produk tabungan berjangka yang dapat dipilih mulai dari jangka 1 tahun hingga 10 tahun. Sistem penyimpanannya pun dengan autodebet sehingga mau tidak mau Anda wajib menabungkan uang setiap bulan.

Setorannya cukup terjangkau imbal hasil bunga yang Anda dapatkan lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

6. Tunda pembelian dengan sistem cicilan
Membeli barang dengan cicilan tetap saja menggoda meski di masa krisis. Tetaplah untuk berpikir rasional. Meski sudah lama direncanakan, tunda pembelian barang non-pokok secara cicilan agar mengurangi porsi kewajiban bulanan di masa kritis.

7. Jual barang
Mengumpulkan sebanyak mungkin uang kas untuk menambah dana darurat perlu dilakukan dengan memaksimalkan berbagai cara. Bahkan, bila diperlukan, jual saja barang yang bersifat tersier dan jarang terpakai. Opsi gadai bisa dipertimbangkan dalam kondisi mendesak. Sedangkan pinjaman dana tunai adalah yang terakhir.

Akurat

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik