Alumni Ponpes Sunan Drajat Lamongan Buktikan Kemampuan dalam Jihad Ekonomi, Kewalahan Penuhi Pesanan

 
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Sholahuddin saat bersama Kapolres Tuban,
AKBP Darman, Sabtu (14/8/2021) 

LAMONGAN - Jihad ekonomi yang dilakukan Sholahuddin, santri alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, dengan budi daya tanam pisang Cavendish membuahkan hasil yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat mitra tani.

Baru 10 bulan gagasan itu diaktualisasikan di atas lahan seluas 192 hektare yang tersebar di beberapa lokasi, ia mengaku masih kewalahan memenuhi permintaan dari konsumen.

"Kami ini belum mampu memenuhi begitu besarnya permintaan. Hasil panen diserap pasar lokal Jawa Timur," kata Sholahuddin kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (14/8/2021).
Diakuinya, ada banyak permintaan seperti dari Semarang, Yogyakarta dan Solo, namun sampai hari ini masih belum bisa memenuhi.
Saat ini permintaan lokal dari Jawa Timur antara 12 - 15 ton per hari. Itupun belum bisa terpenuhi.

"Sementara kapasitas produksi kami rata-rata 4 hingga 5 ton per hari.
Dengan perhitungan saat ini produktifitas buah pisang yang ditanam, antara 20 sampai 30 kilo per pohon. Rata-ratanya 25 kilogram dan harga rata-rata Rp 4,5 ribu per kilo, maka bisa menghasilkan Rp 112.500 per pohon.
Sedangkan populasi per hektarnya bisa mencapai 2.200 pohon.

"Setiap hari kami baru bisa kirim pisang dalam 3 mobil pikap," kata Sholahuddin.
Sementara luasan pohon pisang yang tertanam sampai hari ini seluas 192 hektare, 58 hektare milik PT dan selebihnya plasma.
Dengan banyak mitra petani, menurut Sholahuddin, akan mampu menumbuhkan solusi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

"Yang kami gagas selama sepuluh bulan, mendapat hasil yang luar biasa dan bersama-sama mendapatkan pemasukan ekonomi dan hasilnya luar biasa, " ungkapnya.

Mendapati tantangan permintaan yang begitu besar hingga Malaysia, Sholahuddin bersama plasma lainnya menargetkan pada tahun 2023, akan tanam pisang mencapai 1.000 hektare.

Namun ia optimis, target itu sudah bisa dicapai pada 2022. Sebab ia mendapati begitu besarnya antusias petani mitra menanam pisang Cavendish
"Tahun 2022 nanti sudah hampir mencapai. Karena antusias mitra petani semangat untuk menanam, " katanya.

Tidak hanya target menanam, apa yang digagasnya itu bahkan ada jaminan pasar. Sebab kalau pisang ditanam begitu saja tanpa ada jaminan pasar, maka akan sulit.
Pihaknya sejauh ini belum sampai masuk ke pabrikan. Tapi baru pasar tradisional dan baru sebagian kecil masuk ke modern market.

Itu lantaran, produktifitas yang ia miliki belum bisa memenuhi jumlah permintaan yang jauh lebih banyak.
Sholahuddin mengaku ada permintaan cukup besar dari Malaysia, yakni 100 ton per bulan.
"Namun sementara masih bicara ditingkat lokal dan ke depan akan dikembangan untuk memenuhi kebutuhan luar negeri," tandasnya.

Hari Sabtu (14/8/2021) ini, Sholahuddin juga kedatangan Kapolres Tuban, AKBP Darman yang bertandang ke hamparan kebun pisang milik Sholahuddin di Brangsi Kecamatan Laren.

Orang nomor satu di Polres Tuban itu datang berguru menanam pisang Cavendish yang akan dibudidayakan untuk masyarakat Tuban.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik