10 Sinyal Tubuh Tanda Kebanyakan Zat Gula, Perhatikan Perubahannya

tribunnews
10 Sinyal Tubuh Tanda Kebanyakan Zat Gula, Perhatikan Perubahannya. 

Sama seperti nutrisi lainnya, kurangnya asupan gula dalam tubuh bisa membuat tubuh jadi lemas.
Tetapi terlalu berlebihan juga tak baik, karena bisa memicu berbagai gangguan penyakit yang bisa mengancam kesehatan.
Oleh sebab itu, menjaga asupan amakan dan minuman mengandung gula merupakan cara terbaik agar bisa menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh.
Berbagai pola makanan selalu menyarankan untuk membatasi asupan gula.

Namun masalahnya, gula tak hanya bisa terukur lewat takaran sendok saja, tetapi zat-zatnya juga banyak tersembunyi di balik berbagai sajian makanan yang kadar manisnya dianggap masih biasa-biasa saja.
Tanpa disadari, kadar gula yang tak terlihat ini akan terus meningkat di dalam tubuh jika rutin mengonsumsi sajian makan sejenis itu.

Lantas bagaimana untuk mengetahui apakah asupan gula dalam tubuh berlebihan atau sesuai kebutuhan?
Sebenarnya, jumlah asupan gula yang masuk ke dalam tubuh bisa diukur dengan mencermati berbagai tanda atau alarm tubuh.

Tubuh yang kebanyakan zat gula juga memberi tanda atau alarm, yang memberi sinyal bahwa sudah waktunya untuk segera membatasi asupan gula yang ada.
Lalu, apa saja alarm yang diberikan tubuh jika kebanyakan kandungan zat gula didalamnya?

Berikut 10 tanda-tandanya sebagaimana dilansir dari Kompas.com dari Healthsuppormag.

1. Sering haus
Salah satu tanda alarm yang diberikan tubuh jika kelebihan asupan gula ialah rasa haus atau kebutuhan minum secara terus-menerus.

Sinyal ini akan terus keluar meski sudah minum cukup, atau tidak sedang melakukan pekerjaan berat atau olahraga yang mengeluarkan banyak cairan tubuh.
Terlalu banyak gula, memang akan memancing tubuh untuk terus-menerus mengeluarkan urin.
Efeknya, tubuh akan terus dilanda haus.
Untuk mengatasi, minumlah air mineral atau infused water dari buah dan sayuran segar.

2. Keinginan makan kudapan dan minuman manis
Gula mengandung zat adiktif.
Semakin sering dan semakin banyak mengonsumsi gula bisa membuat tubuh semakin sering membutuhkan minuman dan sajian yang serba manis.
Gula membuat kecanduan karena gula bisa merangsang produksi dopamin atau hormon yang membuat bahagia.

3. Malas dan kurang fokus
Kelebihan gula akan membuat organ, terutama otak, jadi susah mencerna dan menyerap glukosa.
Efeknya, kemampuan organ terutama otak akan menurun yang kemudian membuat tubuh jadi mudah lelah, lesu, malas dan tidak bisa fokus.

Selain itu, kebanyakan asupan gula juga bisa membuat kepala jadi sakit.
Untuk mengatasi kondisi tubuh yang sedang tidak produktif ini, beri tubuh sarapan seimbang dan bergizi.
Ini akan membantu mencegah lonjakan gula darah dan menjaga energi tubuh tetap stabil.

4. Gigi sering ngilu dan gangguan pada gusi
Zat gula yang tertinggal dalam mulut adalah media bakteri untuk tumbuh dan berkembang menjadi banyak.
Bakteri ini bisa mengikis email juga membuat peradangan di permukaan gusi.
Jadi, jka saat ini sering mengeluhkan ngilu pada gigi atau bengkak pada gusi, bisa jadi itu semua terjadi karena tubuh tak membatasi asupan gula.

5. Perut sering kembung dan begah
Kebanyakan soda, yang di dalamnya mengandung banyak sekali zat gula, bisa membuat pencernaan terganggu.
Biasanya hal ini ditandai dengan gejala perut terasa penuh, begah, dan tak nyaman karena terisi banyak gas.

6. Kulit kering
Kebanyakan zat gula bisa menganggu produksi kolagen, yaitu protein yang bertugas menjadi kesehatan dan kekenyalan kulit.

Jadi ketika tubuh mengonsumsi banyak zat gula, jangan heran jika kulit menjadi kusam, kering, dan bersisik.
Namun jangan khawatir, hanya dengan langkah mengurangi asupan gula, banyak minum air mineral dan menjaga pola makan, kulit akan kembali glowing tanpa bantuan produk kimia apapun.

7. Gangguan tidur
Ada penelitian sains yang menghubungkan antara gangguan tidur dengan takaran zat gula yang masuk ke dalam tubuh.
Ketika mengonsumsi zat gula mendekati jam tidur, maka tubuh tak akan mendapatkan kualitas tidur seperti yang diharapkan.

Tidur tak nyenyak dan bangun dalam kondisi kelelahan adalah yang bisa terjadi.
Jadi sebaiknya, batasi pengonsumsian zat gula di waktu malam.
Minum kopi atau teh manis dua jam sebelum waktu tidur.
Sehingga ketika tubuh lelap, zat gula sudah dicerna sempurna oleh organ tubuh.

8. Pesta Jerawat
Jerawat tumbuh tak terkontrol terutama di sekita dagu dan pipi?
Bisa jadi asupan gula yang juga tak terkontrol penyebabnya.
Berdasarkan penelitian, kelebihan zat gula bisa meningkatkan tumbuhnya jerawat hingga 30 persen.
Jadi, cobalah mengurangi asupan manis, dan cermati perubahan kulit wajah selama seminggua dua minggu ke depan.

9. Mood swings
Mood swings atau mood yang berubah-ubah dalam jangka waktu cepat adalah tanda tubuh sedang kelebihan zat gula.
Zat gula dalam takaran berlebihan bisa mempengaruhi saraf penghubung di dalam otak, sehingga pengaturan mood pun menjadi kacau.
Efek terburuknya, tubuh juga bisa rentan terkena depresi.

10. Berat badan terus naik
Ketika sudah menjaga pola makan tapi pakaian terus terasa menyempit, bisa jadi tubuh sedang kelebihan asupan gula.
Gula lebih mudah menaikkan berat badan ketimbang lemak dan kolesterol.
Ada kemungkinan, gula yang tertimbun dalam tubuh berasal dari minuman seperti teh, kopi dan soda.

Untuk mengurangi kandungan zat gula dalam tubuh, cobalah untuk menyesap kopi dan teh tanpa gula.
Ini akan membantu menghilangkan beberapa kilogram berat badan tanpa perlu bersusah payah diet. 


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik