Michael Regan / POOL / AFP
Bek Italia Giorgio Chiellini mengangkat trofi Kejuaraan Eropa selama presentasi setelah Italia memenangkan pertandingan sepak bola final UEFA EURO 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021. 

Tikitalia, Bawa Italia Juara Euro 2021, Buah Pikiran Mancini dan Pengganti Catenccio

Tidak ada tim yang lebih bercanda dibanding Italia dalam menyambut Euro 2021.
Di tengah intensitas menjelang turnamen akbar seantero Eropa tersebut, Roberto Mancini, sempat tampil dalam acara TV bernama Sogno Azzuro.
Dalam acara tersebut, Roberto Mancini bermain Padel dengan Daniele De Rossi, hanya 6 minggu jelang Euro 2021.

Dalam acara tersebut, semua pemain Italia hadir, mereka nampak tertawa lepas dengan setelan Giorgio Armani, ketika Musica Leggerissima dibawakan oleh Di Martino, semua nampak berdansa, hanya Andrea Belotti yang nampak tidak nyaman di acara tersebut.

Namun, inilah budaya Italia, sentuhan yang hilang sejak 2000, Timnas Italia selalu tampil dalam acara TV jelang turnamen besar, mereka melakukannya sejak 80-an.
Tujuannya? menghilangkan ketegangan di tim dan menikmati waktu senggang mereka.

Dan kini, giliran Italia yang menghibur seantero Eropa bahkan dunia di Euro 2021, lewat cara bermain mereka : Tikitalia.

Tikitalia datang pertama kali ketika Roberto Mancini ditunjuk sebagai pelatih kepala, revolusi besar di FIGC bertahun-tahun sebelumnya juga menjadi faktor utamanya.

Italia menolak identitas sepak bola bertahan, dengan sangat yakin Maurizio Viscidi menetapkan Italia bermain menyerang dan butuh pelatih dengan visi yang sama.
Bukan hanya itu, Tikitalia adalah sesuatu yang sistemik, tim harus dibangun di atas kualitas individu yang paham mengenai taktik dan kebutuhan tim.

Jorginho-Veratti-Insigne, adalah motor serangan Italia selama Euro 2021, ketiganya memang kurang mendapat sorotan.
Tetapi terbukti secara statistik, ketiganya adalah trio gelandang terbaik di Euro 2021.
Permainan Italia juga jauh lebih menghibur bahkan jauh sebelum Euro 2021 digelar.

Para pemain Italia merayakan kemenangan setelah memenangkan pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021. (JUSTIN TALLIS / POOL / AFP)

Masih segar diingatan ketika Italia bersua Belanda di ajang Nations League, bermain di Johan Cruijff ArenA, Italia mendominasi jalannya laga.

Bukan hanya mendominasi, Italia "mencuri" identitas sepak bola menyerang dengan penguasaan bola, gol Locatelli di laga itu, harus melewati 16 umpan sebelum masuk ke gawang.

Dan Johan Cruijff tentu menangis melihat Belanda diperlakukan seperti itu.
Kepercayaan antar pemain juga terbangun di Italia, Leonardo Bonucci, ketika digantikan Alessandro Bastoni, mengatakan seolah Bastoni lebih baik dari sang bek senior.

“Siapa yang menggantikan saya akan tampil luar biasa,” ujar Bonucci yakin.
Mancini, bagaimanapun berperan besar dibalik Tikitalia tersebut.
“Dengan jersey ini Anda selalu tahu apa yang harus Anda lakukan,” katanya dikutip dari ESPN.
“Anda merasa nyaman. Saya belum pernah melihat sekelompok pemain bersatu seperti ini.” lanjut Mancini.

Chiellini berpendapat bahwa tim ini tidak membutuhkan ketegangan dan memang membutuhkan sesuatu yang membuat mereka lebih santai.

Dia merasa skuad pemain ini menginginkan sesuatu yang lain. Melihat 25 pemain lain yang harus dia pimpin, Chiellini berkata: “Mereka memberi saya energi”.

Dan Tikitalia, kini menghipnotis, mengalahkan Inggris di Final Euro 2021, Italia bukan hanya menang, mereka mendominasi dan tidak memberikan sedetikpun bola kepada pemain Inggris.

Memenangkan laga adalah suatu kewajiban bagi setiap pelatih, tetapi bagaimana menyiapkan tim bermain menghibur, adalah pekerjaan yang lain.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik