Marak Kabar Virus Bohong dan Dibuat-buat, Siti Fadilah Supari Kesal: Bikin Takut Aja

Eks Menkes Siti Fadilah Supari mengeluhkan kabar virus bohong dibuat kian marak. /Instagram.com/@siti_fadilah_supari

Menteri Kesehatan masa jabatan 2010-2014, Siti Fadilah Supari, angkat bicara mengenai maraknya kabar bahwa virus adalah kebohongan dan dibuat.

Ia mengaku kesal, ditambah lagi banyak orang yang mempertanyakan kepadanya, apakah kabar itu benar atau isapan jempol belaka.
Siti Fadilah Supari khawatir masyarakat awam akan menelan mentah-mentah sehingga ketakutan dan bingung.

“Banyak berita dari luar berseliweran di medsos, saya kadang-kadang kesal. Aduh, kalau itu kita yang baca, kita punya backup data , backup pengetahuan di sini bisa mempertimbangkan,” kata eks Menkes, dalam video yang ia unggah, Senin, 28 Juni 2021.

Sebagai ahli kesehatan, ia mengaku bisa menyaring kabar-kabar itu, tetapi masyarakat umum bagaimana?

“Tapi Kalau orang awam yang baca menakutkan betul. Misalkan mengatakan virus tuh bohong, virus tuh gak ada. Virus itu bikin-bikinan. Aduh, jadi rakyat itu bingung,” katanya, sebagaimana Pikiran-rakyat.com kutip dari YouTube Siti Fadilah Supari Channel.

Dia pun mengaku dikirimi banyak orang untuk memverifikasi kabar yang diperoleh soal virus buatan dan kebohongan.

“Saya di medsos itu dikirimin orang, ‘ini betul gak, ini betul gak?’ Saya kesal sama yang menyebarkan, koyo ngene kok disebarke ngomongo awam bikin takut aja,” ucap Siti.

Prof. Dr. C. A. Nidom, drh., MS, Guru Besar Biologi Molekuler dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), yang menjadi rekan bicaranya dalam unggahan video terbaru pun menjawab.

Menurut Prof. Nidom melihat fenomena ini, dari sisi akademis sudah harus bisa membedakan suatu wabah itu disebabkan dari virus alam ataupun virus buatan.

“Mahasiswa saya sudah saya mulai menuju ke situ. Jadi ada kemampuan, ketika ada wabah, ini harus diuji ini virus buatan atau alam,” katanya.

Prof. Nidom menyatakan, tidak menolak bahwa terdapat virus yang direkayasa manusia alias rekombinan.
Akan tetapi tidak semua virus dapat menyebar begitu saja, melainkan pasti ada pengerjaannya di laboratorium.

“Jadi kalau saya memberikan ibarat, kalau teroris itu bisa dikerjakan di garasi. Kalau biological weapon itu pasti di laboratorium,” ucapnya.

Dalam video berjudul ‘Siti Fadilah & Nidom Vaksinasi Meningkatkan Mutasi Virus’ itu dibahas pula bahwa dalam menanggulangi pandemi ini, dibutuhkan kemampuan dengan strategi militer, strategi politik, strategi perang, dan strategi ilmiah. Bukan hanya kewajiban layanan kesehatan.

Namun, bukan berarti militer harus turun ke public health, kata eks Menkes Siti Fadilah Supari.
Sementara politik yang dibicarakan adalah kebijakan strategis, bukan kisruh politik praktis yang berkembang saat ini.***





#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik