Blokir Bitcoin Cs, Negara Ini Terbitkan Uang Digital Sendiri

Foto: REUTERS/Anton Vaganov

Jakarta, Nigeria jadi negara di dunia berikutnya yang punya uang digitalnya sendiri. Rencananya uang digital itu akan diuji mulai 1 Oktober 2021 mendatang.

Diungkapkan oleh sebuah sumber, menyatakan informasi tersebut berasal dari Direktur Teknologi informasi, Rakia Mohammed pada sebuah pertemuan hari Kamis lalu. Sebelumnya dalam sebuah artikel oleh Nairametrics juga mengatakan terdapat pertemuan yang membahas inisiatif tersebut.

Seorang sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan pada CoinDesk, program pilot uang digital dimulai 1 Oktober mendatang. Selain itu mata uang digital akan dibangun di atas Hyperledger Fabric Blockchain, dikutip Rabu (28/7/2021).

Informasi ini kemudian dikonfirmasi oleh Gubernur Bank Sentral Nigeria Gidwin Emefiele. Ia mengatakan uang digital ini akan bernama e-neira yang akan beroperasi sebagai dompet digital di mana pengguna dapat menyimpan dana yang ada di rekening bank mereka, Reuters melaporkan.

Namun nampaknya pihak Hyperledger belum tahu soal informasi penggunaan softwarenya untuk proyek uang digital Nigeria. Sebab menurut Direktur Eksekutif Hyperledger, Brian Behlendorf, karena teknologi buatan nya adalah open source, jadi pihaknya tidak tahu software digunakan sebelum diluncurkan.

Dia juga menambahkan telah ada peningkatan penggunaan teknologi Blockchain open-source Hyperledger, termasuk Hyperledger Fabric untuk Central Bank Digital Currency (CBDC) dan proyek mata uang lain.

"Namun karena teknologi kami semuanya open-source, kami sering tidak tahu semua arah dan tempat software Hyperledger digunakan, khususnya sebelum diluncurkan," ungkapnya.

"Jika proyek mata uang digital Nigeria dibagun di atas Hyperledger Fabric ini jadi berita yang disambut baik yang selanjutnya memvalidasi Fabrix sebagai platform CBDC".

Rencana soal CBDC telah diungkap oleh Mohammed bulan lalu. Bank sentral setempat telah meneliti uang digital selama bertahun-tahun dan kemungkinan melakukan program pilot sebelum akhir tahun ini.

Dia juga pernah mengatakan Naira Digital bisa membuat transfer uang lebih mudah bagi warga Nigeria yang kerja di luar negeri. Dalam pertemuan pada hari Kamis itu, dilaporkan mata uang digital bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, transaksi lintas batas lebih mudah dan memberi lebih banyak orang akses ke layanan perbankan.

Blokir Seluruh Rekening Bitcoin
Sebelumnya pada Februari lalu, bank sentral Nigeria juga memerintahkan seluruh bank dan lembaga keuangan menutup rekening yang bertransaksi dengan mata uang kripto termasuk Bitcoin.
Bank sentral juga mengancam bagi pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi yang berat. Ini jadi pertanda transaksi mata uang kripto memang resmi dilarang di sana.

Sikap tersebut muncul setelah Oktober 2020 lalu, ada protes massal melawan brutalitas polisi disebut Special Anti-Robbery Squad (SARS), yang diduga membuat penyelenggara menerima Bitcoin untuk pendanaan. Ini dilakukan setelah pemerintah melakukan pemblokiran platform pembayaran lokal untuk mengumpulkan sumbangan.

Melansir Bloomberg, analis senior SBM Intelligence di Lagos, Joachim MacEbong mengatakan instruksi terbaru akan membuat adopsi cryptocurrency lebih dari dari argumen lain. Yakni satu pihak menjanjikan kebebasan dan status quo membuat batasan yang makin kuat.

"Ada garis langsung yang dapat ditarik dari protes EndSARS - yang sebagian dilakukan dengan pendanaan dari cryptocurrency meskipun CBN membatasi beberapa akun - ke peraturan terbaru ini," kata dia.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik