Said Aqil Sebut Lewat Vaksin Corona, Indonesia Berpotensi ‘Diambil Alih’ Asing

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj mendadak hebohkan jagad maya dengan menyebut Indonesia akan didikte lewat vaksin corona. /Kolase tangkap layar youtube.com/NU TV dan Pixabay/WiR_Pixs


Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menyebut Indonesia justru berpotensi dikuasai oleh asing melalui vaksin corona.

Pernyataan mengejutkan soal vaksin corona itu disampaikan Said Aqil Siradj dalam acara Haul Emas KH Wahab Chasbullah ke-50 yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube NU Channel, Selasa, 22 Juni 2021.

Said Aqil Siradj mengungkapkan bahwa negara-negara yang mampu memproduksi vaksin corona untuk mengentaskan Covid-19 akan menjadi pemenang dalam perang ini.

“Negara yang mampu memproduksi vaksin, akan menjadi pemenang dalam perang ini. Negara yang tidak mampu, hanya mengimpor saja, itulah negara yang kalah,” ujarnya.

Padahal, Said Aqil Siradj menekankan jumlah varian virus corona penyebab Covid-19 saat ini terus bertambah, dan membutuhkan vaksin corona yang lebih canggih.

“Padahal, pandemi Covid-19 ini sudah bervarian, sudah muncul lebih ganas lagi. Ini membutuhkan vaksin yang canggih lagi, lebih canggih lagi,” ucapnya.

Meski begitu, Indonesia bahkan sampai saat ini masih belum menyelesaikan pengembangan vaksin corona untuk varian Covid-19 pertama.

“Kita belum mampu (mengembangkan) vaksin yang tahap pertama, penyakitnya atau pandeminya sudah meningkat ke level yang ketiga,” kata Said Aqil Siradj.

Dia pun menyebutkan negara-negara yang akan terlibat dalam perang biologi ini, sementara Indonesia hanya akan menjadi penonton dalam 'perang vaksin corona'.

“Ini, akan terjadi perang vaksin Amerika, Jerman, RRC, ini terjadi perang vaksin, kita ini hanya penonton, bisanya cuma importir. Itu pun entah uangnya dapat utang apa, dari mana, enggak tahu saya, atau dapat (dari) motong-motong anggaran, barangkali,” tutur Said Aqil Siroj.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa saat ini dunia tengah mengalami perang biologi, yang dikuasai oleh para pengembang vaksin corona.

“Jadi sekarang sedang ada perang biologi, di mana penguasa industri kesehatan, vaksin misalkan, menjadi panglima yang dapat menguasai dan mempengaruhi kebijakan suatu negara,” ujar Said Aqil Siroj.

Dia pun menyebut negara pengembang vaksin corona berpotensi untuk mendikte negara-negara penerima yang tetap ingin melindungi warganya dari pandemi Covid-19.

“Kita akan didikte oleh negara yang memproduksi vaksin, mudah-mudahan tidak separah atau tidak sebahaya yang kita bayangkan. Tapi jelas kita akan didikte oleh negara yang punya vaksin,” kata Said Aqil Siroj.***




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik