Lockdown Total Malaysia 'Mencekam'? Ini Pengakuan Dubes RI

Foto: Dubes RI di Malaysia Hermono (ist)

Jakarta, Malaysia melakukan penguncian nasional secara total (full lockdown) untuk semua sektor sosial dan ekonomi mulai Selasa (1/6/2021). Kebijakan yang akan berlangsung hingga 14 Juni 2021 itu dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan.

Pengumuman terkait hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (28/5/2021) lalu.

"Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi," kata Muhyiddin, dikutip dari Straits Times.

Namun, suasana di Malaysia sendiri kali ini tidak begitu parah seperti tahun lalu. Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono menjelaskan lockdown ini tidak begitu parah karena diizinkannya beberapa sektor ekonomi untuk beroperasi.

"Kalau kita lihat dua hari ini aktivitas masyarakat mengalami penurunan drastis dibanding sebelum lockdown. namun karena ada sektor yang diizinkan beroperasi tentu tidak sesepi tahun lalu dimana aktivitas ekonomi benar-benar ditutup," ujarnya dalam program PROFIT CNBC Indonesia, Rabu (2/6/2021).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa saat ini ada 17 sektor yang diizinkan beroperasi. Sektor tersebut mulai dari sektor kebutuhan esensial seperti pangan, perkebunan, konstruksi, dan manufaktur elektronik. Operasional 17 sektor tersebut harus mengindahkan SOP Covid-19 yang dibuat pemerintah.

Sementara itu, PM Muhyiddin selalu menekankan agar lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah ini mampu diikuti dan diindahkan oleh warga agar infeksi Covid-19 bisa ditekan.

"Masyarakat perlu tetap mematuhi SOP dan secara sukarela tetap berada di rumah, untuk bersama-sama membantu pemerintah mengatasi krisis pandemi di masa sulit ini," ujarnya.

Hingga saat ini secara agregat Malaysia mencatatkan 572 ribu kasus Covid-19 dengan 2.796 kematian sejak pandemi melanda.






#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik