Laporan Intelijen Terbaru, Covid-19 Masuk Akal dari Lab Wuhan

    Foto: Wuhan Instititure of Virology

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan intelijen Amerika Serikat (AS) mengenai asal virus Covid-19 yang dirancang 2020 lalu memberikan kesimpulan. Bahwa dugaan mengenai bocornya virus itu dari laboratorium virologi Wuhan, China, adalah hal yang masuk akal dan perlu diinvestigasi lebih lanjut.

Mengutip CNBC International, studi itu sendiri disiapkan pada Mei 2020 oleh Lawrence Livermore National Laboratory California, AS. Studi kemudian dirujuk oleh Departemen Luar Negeri ketika melakukan penyelidikan tentang asal-usul pandemi selama bulan-bulan terakhir pada pemerintahan Presiden Donald Trump.

"Penilaian Lawrence Livermore mengacu pada analisis genomik virus Covid-19," bunyi laporan itu sebagaimana diambil dari laporan Wall Street Journal, Senin (7/6/2021). Namun sejauh ini Lawrence Livermore menolak untuk memberikan komentar dan klarifikasi lebih lanjut.

Laporan terbaru ini datang setelah bulan lalu, Presiden AS Joe Biden memerintahkan Badan Intelijen AS (DNI) untuk mengadakan investigasi dari dua skenario yang digambarkan badan itu. Dua skenario yang dimaksud adalah bahwa virus tersebut dihasilkan dari kecelakaan laboratorium atau muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi.

Dalam tempo yang berdekatan, sebuah laporan rahasia intelijen AS di era Trump juga terungkap. Disebutkan tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan menjadi sangat sakit pada November 2019 sehingga mereka mencari perawatan di rumah sakit.

Laporan itu juga menyebutkan fakta enam penambang yang jatuh sakit setelah memasuki sebuah gua kelelawar pada tahun 2012. Para ilmuwan dari Institut Virologi Wuhan kemudian mengunjungi gua tersebut untuk mengambil sampel dari kelelawar.

"Diketahui tiga penambang di goa itu tewas," tulis laporan tersebut dikutip Reuters.
Sementara itu, ahli penyakit menular Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci meminta pemerintah China untuk segera merilis rekam medis tiga staf laboratorium virologi Wuhan yang menderita sakit sebelum virus Covid-19 merebak itu. "Saya ingin melihat rekam medis dari tiga orang yang dilaporkan sakit pada 2019," kata Fauci.

Ia juga meminta data penambang yang sakit dipublikasikan. "Apa yang dikatakan catatan medis orang-orang itu? Apakah ada virus pada orang-orang itu? Apa itu? Sangat mungkin bahwa asal-usul Sars-Cov-2 ada di gua itu dan mulai menyebar secara alami atau melalui lab," jelasnya.

Sementara itu Shi Zhengli, pakar terkemuka institut tersebut- yang meneliti virus corona- telah membantah bahwa virus bocor dari laboratorium. Hal yang sama juga disuarakan oleh pemerintah China di mana Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Wang Wenbin, mengulang pernyataan bahwa tidak ada staf laboratorium yang terinfeksi Covid-19.

WHO sendiri sejauh ini mengesampingkan klaim itu, setelah terjun langsung ke pasar basah di Wuhan, tempat pertama kali virus itu menyebar luas. Dalam kunjungan dan observasi, badan PBB itu menyebut tidak dapat menyimpulkan secara gamblang namun hanya melaporkan bahwa corona menyebar dari kelelawar ke manusia- melalui hewan perantara- yang hingga kini belum teridentifikasi.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik